Aangsunu's Blog

  • October 2014
    M T W T F S S
    « Jun    
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728293031  

Posts Tagged ‘pegadaian’

Perum Pegadaian Buka Hari Minggu

Posted by aangsunu on 16 July 2010

SAAT ini mencari dana pinjaman di Perum Pegadaian pada hari Minggu bisa dilakukan. Perum Pegadaian sejak dua tahun lalu telah membuka kantor cabang yang buka pada hari Minggu di pusat belanja di Jakarta.
Manajer Humas Perum Pegadaian Irianto, Selasa (5/1), mengatakan, Perum Pegadaian membuka layanan pada hari Minggu karena adanya permintaan dari nasabah. Banyak nasabah yang membutuhkan dana pinjaman tetapi hanya mempunyai waktu pada hari Minggu.
“Awalnya layanan ini dibuka di Denpasar. Sekarang ini sudah hampir semua kantor cabang di kota provinsi sudah melayani layanan pada hari Minggu. Termasuk di Jakarta. Layanan itu dibuka di pusat-pusat belanja sehingga jam operasionalnya mengikuti jam operasional pusat belanja atau mal,” kata Irianto.
Di Jakarta, kata Irianto, Perum Pegadaian membuka cabang itu antara lain di Mal Artha Gading, Tamini Square, Mal Ambasador. Dia mengatakan, omzet kantor cabang di mal itu cukup baik karena mempunyai peminat yang cukup banyak. Sedangkan untuk layanan di hari kerja, Perum Pegadaian buka selama enam hari kerja. Namun untuk hari Sabtu hanya buka hingga pukul 12.00.
Selain itu, Perum Pegadaian berencana untuk membuka kembali salah satu layanannya, yakni gadai efek. Direktur Utama Perum Pegadaian Chandra Purnama mengatakan, layanan gadai efek akan dibuka kembali setelah April 2008 layanan itu ditutup karena kinerja bursa efek di Indonesia sedang menurun. Padahal nilai jaminan melalui layanan gadai efek ini mencapai nilai Rp 500 miliar lebih.
“Kami sudah mengajukan surat ke Kementerian BUMN agar gadai efek ini bisa dibuka lagi. Begitu izin itu keluar, maka layanan itu langsung dibuka. Kami melihat bursa efek di Indonesia sudah mulai membaik dan juga banyak nasabah yang bertanya tentang layanan ini,” kata Chandra.
Sementara itu laba sebelum pajak yang diperoleh Perum Pegadaian hingga bulan November 2009 mencapai Rp 1,08 triliun, sedangkan target laba sebelum pajak di tahun 2009 sebesar Rp 1,26 triliun. Chandra mengatakan, omzet perusahaan hingga bulan November 2009 mencapai Rp 44,25 triliun dengan target yang harus diraih adalah Rp 48,73 triliun.
“Perusahaan yakin target itu dapat tercapai. Memang data yang disampaikan ini hingga bulan November 2009. Sedangkan data bulan Desember masih dikerjakan. Mengenai laba bersih belum dapat disampaikan karena harus diaudit terlebih dahulu. Namun dengan pencapaian itu laba bersih tahun 2009 meningkat dibandingkan tahun 2008,” kata Chandra.
Pada tahun 2010 ini Pegadaian menargetkan omzet sebesar Rp 75,85 triliun dengan target laba sebelum pajak sebesar Rp 1,45 triliun. Chandra mengatakan, untuk merealisaikan itu diharapkan diperoleh dari pembuka kantor cabang baru di tahun 2009. Hingga tahun 2009 jumlah cabang yang telah dibuka mencapai 3.266 atau bertambah sebanyak 1.100 cabang lebih. Di tahun 2010 jumlah cabang akan ditambah lagi sebanyak 1.500 cabang.
Direktur Keuangan Perum Pegadaian Budiyanto mengatakan, untuk mendukung pertambahan omzet itu perusahaan membutuhkan dana tambahan sebesar Rp 7 triliun. Dana sebesar itu diperoleh dari perbankan, obligasi, dan pasar uang. Dari penawaran obligasi diharapkan dana yang dapat diperoleh sebesar Rp 2 triliun.
Budiyanto mengatakan, dana dari perbankan sebesar Rp 4 triliun. Hingga saat ini ada empat bank yang mau bekerja sama dengan Perum Pegadaian, yakni Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BNI, dan Bank BCA. Sementara dari pasar uang diharapkan memperoleh dana sebesar Rp 1 triliun. (ang)

Perum Pegadaian Buka Hari Minggu
1. Mal Artha Gading
2. Mal Ambasador
3. Tamini Square
4. Sarinah Thamrin
5. ITC Cempakamas
6. Pasar Seni Ancol

Sumber : Perum Pegadaian

Posted in ragam | Tagged: , , , , , , | 1 Comment »

Pegadaian di Mal Cukup Diminati

Posted by aangsunu on 16 July 2010

LAYANAN Perum Pegadaian di pusat belanja atau mal yang buka pada hari Minggu cukup diminati oleh nasabah. Seperti yang terlihat di Mal Ambasador, Jakarta Selatan, dan ITC Cempakaputih, Jakarta Pusat. Meski hilir mudik nasabah yang datang tidak seramai di kantor cabang Perum Pegadaian.
Kantor Pegadaian di kedua pusat belanja itu tidaklah terlalu besar jika dibandingkan dengna kantor unit pelayanan cabang (UPC). Namun lokasi yang berada di pusat keramaian itu cukup diminati oleh nasabah. Layanan yang diberikan adalah gadai barang berupa perhiasan emas dan emas. Itu dikarenakan kantor yang tidak terlalu besar.
Petugas yang bekerja di kantor itupun juga tidak banyak seperti di kantor cabang Perum Pegadaian. Jumlah petugas yang bekerja hampir sama dengan jumlah petugas di kantor UPC. Sekitar dua hingga tiga petugas yang melayani nasabah.
Salah seorang petugas di salah satu mal itu mengatakan, jumlah nasabah pada hari Minggu di mal cukup banyak dibandingkan di kantor UPC yang buka hanya sampai hari Sabtu. Meskipun layanan yang diterima di pusat belanja hanya dapat melayani gadai emas atau perhiasan. Untuk layanan itu belum dapat karena keterbatasan tempat penyimpanan.
“Umumnya di sini melayani gadai perhiasan karena tempatnya yang terbatas. Tidak mungkin kami melayani gadai kendaraan bermotor. Mengenai nasabah yang datang seperti beragam. Tidak hanya karyawan gerai. Tetapi pengunjung yang sering datang ke mal,” kata petugas itu.
Manajer Humas Perum Pegadaian Irianto secara terpisah mengatakan, bukanya Pegadaian pada hari Minggu di pusat belanja atau mal cukup diminati oleh nasabah. Nasabah yang datang ke Pegadaian pada hari Minggu itu tidak hanya para karyawan atau pekerja yang bekerja di pusat belanja itu saja. Namun banyak nasabah dari sekitar pusat belanja yang datang untuk mencari atau membutuhkan dana pinjaman dengan segera.
“Konsep ini untuk memenuhi keinginan nasabah yang hanya mempunyai waktu pada hari Minggu saja. Maka dibukalah layanan pada hari Minggu di pusat belanja. Karena di mal maka jam buka layanan ini mengikuti jam operasional mal. Rata-rata mal buka jam 10.00 hingga malam hari. Kami ikuti jam operasional itu,” kata Irianto.
Mengenai omzet, kata Irianto, Pegadaian yang buka pada hari Minggu cukup baik. Rata-rata omzet tahunan kantor Pegadaian di pusat belanja bisa mencapai ratusan juta rupiah setiap tahunnya. Sedangkan kantor Pegadaian di mal berstatus sewa.
Sementara untuk kantor cabang konvensial belum ada rencana buka pada hari Minggu. Irianto mengatakan, hal itu sebelumnya pernah dilakukan di tahun 1990-an dan program itu tidak dilanjutkan karena saat itu tidak banyak nasabah yang datang ke kantor cabang tidak banyak.
Beberapa waktu lalu, Direktur Utama Perum Pegadaian Chandra Purnama mengatakan, perusahaan akan terus membuka cabang-cabang karena target pasar masih sangat besar. Dia mengatakan, konsep untuk membuka cabang-cabang baru adalah dekat dengan pusat keramaian. Pusat keramaian yang dibidik adalah kompleks perumahaan dan pasar.
Apalagi, kata Chandra, jangankan secara nasional, jumlah pasar di Jakarta cukup banyak dan belum tergarap. Sehingga peluang untuk membuka cabang di pasar atau pusat belanja sangat besar. (ang)

Posted in ragam | Tagged: , , , , , , , | 1 Comment »

Tidak Semua Barang Elektronika Dapat Digadai

Posted by aangsunu on 13 July 2010

SELAIN emas, tidak semua barang dapat digadaikan di Perum Pegadaian karena perusahaan milik negara itu akan melihat jenis dari barang yang akan digadaikan. Seperti televisi, telepon seluler, komputer, mobil, dan sepeda motor akan dilihat model dan tahun pembuatannya.
Manajer Komunikasi Perum Pegadaian Irianto yang ditemui kemarin mengatakan, ada beberapa pertimbangan tidak semua model barang elektronik bisa digadaikan. Perusahaan saat ini melihat perkembangan teknologi yang setiap beberapa bulan selalu mengalami perubahan.
“Karena itu akan diperhitungkan ketika barang yang digadaikan itu akan dilelang. Barang yang dianggap sudah tertinggal akan sulit untuk dilelang karena tidak tidak laku. Apalagi perkembangan teknologi saat ini terus berubah. Paling tidak setiap tiga bulan kami melakukan evaluasi terhadap perangkat elektronik yang bisa digadai oleh para nasabah kami,” ujar Irianto.
Irianto memberikan contoh bahwa saat ini tidak semua jenis televisi bisa digadaikan. Televisi yang bisa dijadikan jaminan oleh nasabah adalah televisi model flat. Alasannya, saat ini tren televisi yang dijual atau diproduksi didominasi televisi model layar datar atau flat.
Begitu juga untuk telepon seluler (ponsel). Saat ini rata-rata ponsel juga dilengkapi dengan kamera. Termasuk ponsel di kelompok ponsel yang murah. Untuk menjaminkan ponsel sebagai agunan ponsel itu harus mempunyai kamera. Pertimbangan adalah kemudahan ketika ponsel itu akan dilelang karena tidak ditebus oleh pemiliknya.
Irianto mengatakan, untuk alat kerja seperti komputer Pegadaian hanya dapat menerima jaminan dalam jenis laptop. Untuk komputer jenis dektop atau personal computer (PC) tidak bisa dijadikan sebagai barang jaminan.
“Saat ini laptop digunakan semua lapisan. Mulai dari karyawan hingga pelajar dan mahasiswa. Karena itulah maka komputer PC saat ini belum bisa digadaikan. Hanya laptop yang bisa kami terima,” ujar Irianto.
Untuk kendaraan, Perum Pegadaian tetap menerima kendaraan sebagai alat jaminan. Berupa mobil atau sepeda motor. Meskipun tidak semua kantor cabang Perum Pegadaian tidak terima gadai kendaraan karena terbatasnya lahan penyimpanan atau gudang penyimpan. Bahkan sepeda motor juga dilihat dari gudang penyimpannya. Kalau memang sudah tidak memadai, Pegadaian akan menolak nasabah yang akan menggadaikan sepeda motornya.
Selain itu, kata Irianto, selain terbatasnya ruang atau gudang penyimpanan, Perum Pegadaian juga membatasi tahun produksi kendaraan yang akan digadai. Paling tidak mobil yang dapat digadaikan minimal tahun produksinya adalah tahun 1999 dan sepeda motor adalah tahun 2004. (ang)

Jenis barang yang dapat digadai

Barang elektronik :
Televisi model layar datar atau flat
Laptop
Telepon seluler (ponsel) harus mempunyai kamera
Kendaraan :
Mobil maksimal produksi tahun 1999
Sepeda motor maksimal produksi tahun 2004

Posted in ragam | Tagged: , , , , , , , | 51 Comments »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: