Aangsunu's Blog

  • June 2010
    M T W T F S S
        Jul »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    282930  

Memohon Jodoh di Kuil Kiyomizu Dera

Posted by aangsunu on 5 June 2010

December 30th, 2007 by aangsunu

UDARA pada pukul 16.00 pada hari Jumat (27/10) cukup sejuk. Sedikit sinar matahari terlihat. Bahkan pelangi terlihat dengan jelas dari balik kaca bus. Menjelang sore hari cuaca perjalanan menuju Kiyomizu DeraTemple di Kota Kyoto cukup cerah. Padahal sejak pagi hingga siang hari Kyoto sempat disiram hujan.

Kiyomizu Dera Temple atau Kuil Kiyomizu Dera adalah salah satu tempat wisata yang menarik di Kyoto. Kuil ini terletak di sebuah perbukitan di sebelah timur Kyoto. Kiyomizu berasal dari nama mata air suci yang mengalir di sekitar kuil itu. Untuk mencapai kuil itu harus berjalan kaki sekitar 300 meter dari areal parkir. Perjalanan menuju ke kuil harus dilalui jalan menanjak. Meski menanjak jalan ke Kiyomizu yang mempunyai luas areal sekitar 900 meter persegi itu tidak melelahkan. Karena jalan yang hanya dapat dilalui satu mobil itu memiliki aspal mulus.

Di sisi kiri dan kanan menuju kuil yang sempat masuk dalam nominasi tujuh keajaiban dunia itu dipenuhi toko-toko penjual sovenir dan makanan kecil. Setiap kaki melangkah, teriakan suara pemilik toko maupun karyawan toko terdengar untuk menarik perhatian wisatawan.

Agar lebih mudah, lebih baik acara berbelanja dilakukan setelah mengunjungi Kiyomizu. Jika berkeliling membawa tas belanjaan ke dalam kompleks kuil cukup merepotkan. Apalagi kompleks itu
berkontur perbukitan, sehingga saat berkeliling akan diwarnai dengan jalan menaiki dan menuruni anak tangga. Jadi acara berbelanja diatur setelah berkeliling Kiyomizu.

Sebelum masuk siapkan uang sebesar 300 Yen (Rp 24.000) untuk orang dewasa, dan untuk anak kecil membeli tiket seharga 200 Yen (Rp 16.000). Menjelang pintu masuk, terlihat gapura dalam bentuk pagoda besar. Dari bawah dengan mudah melihat pengunjung yang sedang menaiki anak tangga. Setelah membayar tiket masuk,
pengunjung masuk ke dalam kompleks kuil.

Sebelum masuk pengunjung dapat membasuh tangan atau mencuci muka dari pancuran air di dekat pintu masuk. Beberapa langkah dari pintu masuk, pengunjung diberi kesempatan untuk meminta
berkah kepada Dewa Uang.

Sachiko Shima, pemandu tur, mengungkapkan, pengunjung bisa meminta berkah kepada Dewa Uang dengan cara melempar uang ke dalam kotak besar. Kotak itu ada di depan patung dewa tersebut. Setelah melempar uang, pengunjung bisa berdoa agar diberi berkah.

“Di sini ada beberapa tempat untuk meminta berkah. Pengunjung bisa melihat ramalan, meminta jodoh, dan meminum air berkah. Untuk mendapatkan jodoh ada di sisi kiri bangunan utama. Agar jodoh di dapat pengunjung harus berjalan dengan mata ditutup di antara dua batu yang berjarak sekitar 15 meter. Bila berjalan dengan mata tertutup dan dapat menyentuh batu yang ada di seberangnya, maka orang itu akan mendapatkan jodoh. Jika tidak bisa menyentuh berarti susah mencari jodoh,” kata Shima yang bertugas memandu rombongan wartawan atas undangan PT Astra
Daihatsu Motor (ADM) itu.

Lokasi tempat berharap untuk mendapatkan jodoh berada di Jishu-jinja. Lokasi ini adalah persembahan kepada Okuninshino Mikoto, yakni Dewa Cinta dan Dewa Jodoh. Di tempat itu ada dua buah batu cinta. Jarak antar dua batu berjarak 15 meter. Warta Kota sempat melihat beberapa perempuan Jepang mencoba peruntukan untuk
mendapatkan jodoh.

Ternyata masih banyak para perempuan, tidak hanya dari
kalangan ABG, datang ke tempat itu untuk mendapatkan jodoh. Tidak sedikit para perempuan gagal menyentuh batu yang ada di seberangnya.

Hal menarik lainnya adalah bangunan utama dari kuil. Di dalam bangunan itu terdapat patung Dewi Kwan Im. Patung dewi itu tidak setiap saat dikeluarkan. Patung itu hanya dikeluarkan setiap 33 tahun. Patung itu terakhir dikeluarkan pada tahun 2003. Bila ingin melihat patung Dewi Kwan Im tunggu pada tahun 2036.

Selain itu bangunan utama juga menarik. Bangunan utama berupa rumah kayu panggung ini dibangun tanpa menggunakan paku sama sekali. Meskipun bangunan itu dibangun pada tahun 700-an Masehi tetap terlihat kokoh. Rumah panggung itu mempunyai ukuran 30 meter x 36 meter. Jika dilihat dari bagian bawah kompleks kuil ketinggian rumah panggung itu mencapai 50 meter. Dibutuhkan 139 batang pohon untuk membangun rumah panggung itu. (ang)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: