Aangsunu's Blog

Enam Bulan Targetkan Rp 100 Miliar

Posted by aangsunu on 4 July 2010

Bermodalkan Rp 18,2 miliar produsen elektronik asal China, PT Midea Planet Indonesia, menargetkan angka penjualan hingga akhir tahun ini mencapai Rp 100 miliar. Untuk mencapai target itu perusahaan patungan antara Midea China dengan PT Maco Amangraha itu akan membuka outlet layanan purna jual sebanyak 100 outlet hingga akhir tahun ini. Perusahaan ini secara resmi beroperasi pada bulan Juni 2010.
Presiden Direktur PT Midea Planet Indonesia Jino Sugianto mengatakan, rencana itu merupakan keinginan Media masuk dalam pasar elektronik di Indonesia. Rencana itu juga untuk menepis bahwa produk elektronik asal China tidak mempunyai kualitas dan layanan purna jual yang buruk. Itu terjadi karena munculnya stigma dari konsumen terhadap produk-produk elektronik asal China.
“Kami ingin dan yakin dapat masuk dalam lima besar pemain elektronik di Indonesia. Maka kami mempersiapkan semua hal, seperti layanan purna jual ini untuk menjadi pemain utama di pasar elektronik di Indonesia. Dengan masuk dalam lima pemain besar di pasar elektronik dapat membidik target penjualan hingga 30 juta dolar AS. Itu ditargetkan dalam waktu tiga tahun yang akan datang,” kata Jino setelah brand launching Midea akhir pekan lalu di Jakarta.
Jino mengatakan, beberapa tahun belakangan ini muncul produk elektronik impor dengan harga murah dan menjadi pilihan konsumen. Namun murahnya harga elektronik itu tidak didukung oleh layanan purna jual yang memadai. Produk elektronik impor itu mayoritas berasal dari China, sehingga konsumen menilai produk asal China tidak bagus. Midea ingin menepis bahwa produk China tidak bagus dan tidak memiliki layanan purna jual.
Midea di Indonesia akan menawarkan beberapa produknya, seperti pendingin ruangan, mesin cuci, dan kulkas. Pendingin ruangan Midea menargetkan penjualan dapat mencapai 30.000 set pendingin ruangan. Sedangkan mesin cuci dan kulkas masing-masing ditargetkan dapat terjual hingga 15.000 unit dan 20.000 unit. Dengan target sebanyak itu Midea ingin menepis produk China mempunyai kualitas yang kurang bagus.
Jino mengatakan, pasar pendingin ruangan milik Midea mempunyai pangsa pasar hingga 23 persen untuk semua model pendingin ruangan. Sedangkan untuk komersial pendingin ruangan atau comercial AC (CAC) juga memperlihatkan grafik peningkatan penjualannya. Meskipun di CAC ini baru memulai pada tahun 2009. Penjualan CAC pada tahun 2008 baru mencapai 50.000 dolar AS, dan pada tahun 2009 meningkat menjadi 1,1 juta dolar AS. Pada tahun ini ditargetkan untuk pendingin ruangan secara keseluruhan ditargetkan dapat mencapai 2,3 juta dolar AS.
“Di Indonesia untuk pendingin ruangan Midea memperoleh pemasangan pendingin ruangan sentral di Bandara Soekarno Hatta dengan luas ruangan 3.360 meter persegi/unit. Midea akan memasang lima unit pendingin ruangan di bandara itu yang akan selesai pada bulan September 2010. Di kawasan bandara Midea ikut tender untuk pemasangan AC di terminal 2 bandara. Selain bandara juga terdapat proyek di pusat perbelanjaan di beberapa kota di Indonesia. Di Jakarta mendapatkan proyek pemasangan AC senilai 500.000 dolar AS,” kata Jino. (ang)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: