Aangsunu's Blog

Penjualan Seragam Sekolah dan Buku Tulis Mulai Meningkat

Posted by aangsunu on 6 July 2010

Sepuluh hari menjelang tahun ajaran baru penjualan baju seragam dan buku tulis mulai marak seperti pantauan Warta Kota di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur; Pasar Tanahabang Blok A, Jakarta Pusat; dan  Asemka, Jakarta Barat, Senin (5/7).
Beberapa pedagang mengatakan, pada pekan ini omzet penjualan akan meningkat dibandingkan dua pekan lalu. Meskipun para pedagang sudah mulai menyetok seragam sekolah dan buku tulis. Termasuk para pedagang buku tulis musiman juga sudah mulai terlihat.
Rahmat Santoso, pedagang di Pasar Tanahabang Blok A, mengatakan, omzet pada awal bulan Juli ini mulai meningkat dibandingkan bulan Juni lalu. Omzet itu meningkat karena jumlah pembeli baju seragam mulai banyak dibandingkan awal bulan Juni. Meski berada kompleks Blok A seragam yang dijualnya bisa dibeli dalam eceran.
“Kami juga melayani pembelian eceran. Selain membeli secara grosir. Pembeli eceran di sini tetap ada. Rata-rata pembelian eceran berasal dari Jakarta dan sekitarnya. Biasanya mereka membeli baju lain, dan sekaligus mencari baju seragam,” kata Rahmat.
Hal senada juga dikatakan oleh Haryanto pedagang baju di Pasar Jatinegara. Haryanto mengatakan, penjualan baju seragam pada saat ini sudah mulai meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Bahkan mendekati hari sekolah, penjualan akan meningkat cukup banyak.
“Saya mempersiapkan sejak bulan Maret dengan memperbanyak stok. Meskipun baju seragam setiap bulan tetap dijual. Namun di bulan Juni hingga Juli permintaan baju seragam meningkat tajam. Di luar bulan itu tetap ada yang membeli namun tidak banyak,” kata Haryanto.
Mengenai harga baju seragam pada saat ini mengalami kenaikan hingga 10.000/potong. Kemeja lengan pendek dijual mulai dari Rp 35.000/potong untuk ukuran atau nomor paling kecil, yakni nomor 11. Kemeja lengan panjang dengan nomor 11 dijual mulai dari Rp 38.000/potong.
Sementara celana pendek dijual dengan harga mulai dari Rp 35.000/potong, celana panjang dibandrol mulai dari Rp 38.000/potong, rok dijual dengan harga mulai dari Rp 35.000/potong.
“Omzet pada bulan Juni dan Juli tahun ini terlihat menurun dibandingkan tahun lalu. Saat ini juga ada sekolah, terutama swasta, yang sudah menawarkan paket seragam saat mendaftar. Omzet turun sekitar 10 persen dibandingkan tahun lalu,” kata Haryanto.
Buku tulis
Selain seragam sekolah, penjualan buku tulis juga mulai marak. Termasuk para pedagang buku tulis musiman. Menjelang tahun ajaran baru pedagang buku tulisan mencoba mencari peruntungan dan beralih profesi selama tiga bulan.
Seperti yang dilakukan oleh Ahmad, pedagang buku tulis musiman di kawasan Asemka, Jakarta Barat. Bermodalkan Rp 5 juta, Ahmad dapat meraih keuntungan sekitar 20 persen. Bahkan semakin mendekati ajaran baru permintaan akan semakin meningkat.
“Meskipun harga buku setiap tahun naik, omzet menjelang tahun ajaran baru masih lumayan. Saat ini harga buku tulis merek Sidu isi 40 lembar dijual dengan harga Rp 18.000 – Rp 20.000/pak. Satu pak berisikan 10 buku tulis. Sedangkan yang buku tulis isi 58 lembar dijual dengan harga Rp 28.000 – Rp 30.000/pak. Satu hari bisa menjual rata-rata 10 pak,” kata Ahmad.
Perlengkapan tas juga banyak dicari menjelang tahun ajaran baru. Seperti terlihat di Pasar Gembrong, Jakarta Timur. Di pasar itu juga menjadi pilihan konsumen harga  yang lebih murah dibandingkan di toko. Misalnya tas ransel di tempat itu bisa dijual mulai dari Rp 40.000 hingga Rp 100.000. (ang)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: