Aangsunu's Blog

Mobil Matik Di Bawah Rp 200 Juta Bakal Diminati

Posted by aangsunu on 8 July 2010

SATU dekade lalu kendaraan menggunakan transmisi otomatis atau matik hanya diaplikasikan untuk kendaraan premium. Selain itu harga mobil dengan transmisi matik (AT) mempunyai bandrol yang lebih mahal. Belum lagi stigma mobil matik susah merawatnya.
Sekarang ini pemilihan mobil dengan transmisi matik mulai banyak dicari. Apalagi di kota seperti Jakarta yang selalu diwarnai kemacetan, memakai mobil matik menjadi  pilihan. Pengemudi tidak lagi harus selalu sering menginjak kopling karena mobil hanya bergerak beberapa meter saja.
Seiring perjalanan, varian mobil matik tidak hanya diaplikasikan pada mobil-mobil premium. Agen tunggal pemegang merek (ATPM) mulai menawarakan mobil matik dengan harga Rp 200 jutaan. Seperti All New Honda Jazz, Honda Freed, Toyota Innova, Toyota Avanza tipe 5 dengan mesin 1.500 cc, Suzuki Swift, dan Toyota Yaris.
Menjelang penghujung tahun 2009 tawaran dari ATPM untuk varian matik bertambah.
Tawaran matikpun saat ini seperti ingin dilengkapi dengan keluarnya varian matik menggunakan mesin 1.300 cc dan dijual dengan harga di bawah Rp 200 juta. Seperti yang ditawarkan oleh Daihatsu Xenia dan Toyota Avanza. Xenia matik ditawarkan dengan harga Rp 139,7 jutaan dan Toyota Avanza memasang bandrol Rp 142 jutaan.
Penawaran kedua mobil matik itu cukup diminati. Berdasarkan data yang dirilis oleh Gaikindo Xenia matik yang diperkenalkan di bulan November 2009, hingga bulan Desember sudah terjual sebanyak 584 unit. Di bulan November Xenia matik dapat terjual sebanyak 233 unit, meningkat menjadi 351 unit di bulan Desember.
Begitu juga dengan Avanza matik 1.300 cc penjualan selama 2009 mencapai 1.325 unit. Perincian penjualan itu di bulan November sebanyak 392 unit dan di bulan Desember sebanyak 933 unit. Angka penjualan itu bisa menunjukkan bahwa mobil matik sudah diminati di kelas menengah.
Secara nasional penjualan mobil matik menggunakan mesin sampai dengan 1.500 cc masih sangat kecil. Data Gaikindo penjualan nasional tahun 2009 mencapai 486.061 unit. Sementara penjualan mobil matik yang mengusung mesin hingga 1.500 cc baru mencapai 42.616 unit atau 8,77 persen. Dari angka itu memperlihatkan peluang pasar mobil matik hingga 1.500 cc masih sangat besar.
Bahkan untuk harga mobil matik dengan harga di bawah Rp 200 juta juga terlihat ceriuk pasar. Pasar itu masih digarap oleh Daihatsu melalui Xenia 1.3 AT, Toyota Avanza 1.3 AT, dan Daihatsu Terios TS AT. Total dari Daihatsu Xenia  dan Toyota Avanza, hingga bulan Desember 2009, baru terjual 1.909 unit.
“Tren permintaan mobil dengan transmisi otomatis setiap tahun meningkat. Tahun 2009 penjualan nasional mobil matik mencapai 24,3 persen. Tahun ini diperkirakan akan meningkat hingga 25 persen,” kata Direktur Markerting PT Toyota Astra Motor (TAM) Joko Trisanyoto.
Chief Operating Officer PT Astra International Tbk – Daihatsu Sales Operation (DSO) Toto Suryana mengatakan, penawaran varian itu juga untuk memenuhi keinginan pasar yang membutuhkan mobil di bawah Rp 200 jutaan.
Bahkan Daihatsu menambah varian lagi untuk varian matik dengan meluncurkan Terios TS matik. Terios TS AT yang dipasarkan di bulan pertama tahun ini dibandrol dengan 166 jutaan. Toto mengatakan, penawaran itu juga untuk memenuhi keinginan pengguna Terios matik yang sebelumnya ingin memakai matik di varian Terios TX matik. Tetapi harga Terios TX matik sudah mendekati harga Rp 200 juta sehingga banyak calon pengguna beralih ke Terios TX transmisi manual.
“Maka kami tawarkan Terios TS matik. Tawaran ini diharapkan dapat memenuhi keinginan konsumen yang ingin menggunakan mobil matik,” kata Toto.
Mengenai harga, mobil dengan transmisi matik lebih mahal hingga Rp 10 juta dibandingkan transmisi manual. Harga lebih mahal karena teknologi yang terpasang juga berbeda dengan mobil transmisi manual. Salah satu teknologi yang paling terlihat adalah pengemudi tidak perlu memindahkan tuas persneling dan menginjak kopling. Bahkan saat jalan sedang macet, kaki kiri bisa beristirahat dari bekerja untuk menginjak kopling.
Cukup memindahkan tuas ke D (drive) dan pedal gas diinjak mobil sudah berjalan. Mobil berjalan tanpa harus memindahkan persneling dan menginjak kopling. Saat melintas jalan menanjak juga tidak perlu berpindah-pindah persneling. Termasuk ketika jalan menurun.
Jika membutuhkan tambahan tenaga saat menanjak cukup memindahkan tuas dari D ke angka 3. Bahkan saat tanjakan ekstrimpun masih bisa dilalui dengan memindahkan transmisi D ke angka 1. Angka 1 itu juga sama dengan persneling pada posisi di gear 1. (ang)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: