Aangsunu's Blog

Jangan Meremehkan Perawatan AC Mobil

Posted by aangsunu on 13 July 2010

PENDINGIN atau AC mobil memberikan nilai tambah saat berkendara. Penumpang dan pengemudi akan terasa nyaman karena tidak gerah saat perjalanan. Namun seringkali pendingin mobil itu tidak mendapatkan perhatian khusus, dibandingkan bagian kendaraan lainnya. Seperti mesin atau pelumas mesin.
Setelah udara sejuk yang dialirkan ke dalam kabin tidak terasa dingin, barulah pemilik kendaraan mendatangi bengkel AC. Banyak pemilik kendaraan yang meminta untuk menambah freon AC karena AC sudah tidak dingin. Atau mengisi ulang freon AC.
“Tetapi banyak yang ditemui permasalahan tidak hanya freon AC berkurang saja. Bisa saja volume freon AC berkurang sehingga tidak dingin lagi. Namun ada faktor lain yang membuat AC tidak dingin. Komponen AC seperti evaporator yang kotor, sirkulasi blower yang tidak lancar, hingga komponen lainnya,” kata Suratman, mekanik sekaligus pemilik bengkel AC di kawasan Jalan Pemuda, Jakarta Timur.
Suratman mengatakan, komponen AC tidak hanya freon AC saja karena ada komponen lain yang mempengaruhi kinerja pendingin mobil itu. Mulai dari receiver dryer, blower, evaporator, kondensor, pipa, dan freon. Di komproser  juga ada komponen lain yang mempengaruhi kinerja komproser, seperti oli komproser, magnet clutch.
Semua komponen itu, kata Petrus pemilik bengkel AC di Jalan Basuki Rahmat, Jakarta Timur, pemilik mobil tidak perlu memeriksa satu persatu. Atau membongkar sendiri. Pemilik mobil cukup melakukan perawatan atau service rutin layaknya service mesin. Selama ini yang sering dilakukan adalah service rutin mesin, seperti ganti oli mesin, transmisi, dan sebagainya.
“Nah untuk AC ini perawatan atau service rutin sering diabaikan. Kebanyakan pemilik kendaraan baru datang kalau sudah mengeluh AC tidak dingin. Banyak yang menyebutkan freon AC untuk ditambah. Setelah dicek bukan masalah freon AC yang berkurang. Bisa saja pipa yang bocor, evaporator¬† yang kotor, blower yang juga kotor,” kata Petrus.
Padahal untuk perawatan AC mobil juga tidak terlalu rumit dan mahal. Kedua pemilik bengkel AC itu mengatakan, perawatan atau service AC berkala itu tidak harus setiap bulan. Cukup melakukan perawatan rutin setiap enam bulan sekali sudah bisa menjaga AC mobil berumur panjang. Meski sudah dilakukan perawatan ada beberapa komponen yang biasa juga diganti saat melakukan perawatan.
Misalnya saja magnet clutch kalau tidak bekerja dengan baik mempengaruhi kinerja komproser. Tetapi, kata Suratman, usia magnet itu bisa lebih dari tiga tahun. Tidak harus diganti setiap perawatan rutin. Komproser pun bisa saja diganti kalau memang sudah tidak bisa dipakai. Namun umur komproser juga panjang, bisa lebih dari enam tahun.
Terjangkau
Suratman dan Petrus mengatakan, untuk melakukan service rutin juga tidak mengeluarkan biaya mahal. Biaya akan mahal atau membengkak jika terjadi kerusakan komponen yang sudah lama diabaikan. Untuk biaya service AC secara lengkap cukup mengeluarkan biaya antara Rp 350.000 hingga Rp 600.000 tergantung dari jenis mobil dan model AC.
“Antara AC yang menggunakan single blower dan double blower ada perbedaan ongkos servicenya. Selisihnya juga tidak banyak hanya sekitar Rp 50.000. Biaya service itu sudah termasuk biaya pengisian freon AC. Tetapi juga bisa melayani pemeriksaan freon AC saja yang biaya tidak sampai Rp 100.000. Tetapi kalau ada komponen yang rusak, ya bisa mencapai jutaan Misalnya harga komproser, tergantung dari jenis mobil, mulai dari Rp 1,4 jutaan, magnet clutch mulai Rp 350.000- an,” kata Suratman.
Selain masalah teknis dari mesin AC, kata Petrus, ada kebiasaan lain bisa mengganggu kinerja AC. Seperti asap rokok bisa mengotor evaporator karena nikotinnya lengket dan menimbulkan bau tidak sedap saat AC difungsikan. Juga masalah kebersihan dalam kabin kendaraan bisa mempengaruhi. Bila debu dan kotoran dibiarkan bisa tersedot oleh evaporator. (ang)

Tip merawat AC mobil
1. Usahakan bagian dalam mobil selalu bersih dengan meminimalkan debu dan kotoran yang ada di dalam kabin terutama pada bagian karpet mobil. Kotoran dan debu bisa tersedot evaporator sehingga evaporator menjadi kotor.
2. Jangan menyalakan AC secara mendadak saat mobil sedang melaju sehingga bisa menggangu kinerja mesin AC.
3. Biasakan AC dalam keadaan mati sebelum mesin mobil dihidupkan.
4. Agar tidak memaksakan kinerja AC, usahakan saat mobil parkir di tempat yang teduh jika parkir dalam waktu lama.
5. Kalau sudah merasakan AC tidak dingin segera dibawa ke bengkel AC untuk diperiksa. Jangan menunggu hingga rusak sehingga bisa menghindari biaya tambahan saat service AC.
6. Lakukan service AC rutin minimal enam bulan sekali. Periksa semua komponen AC.

7 Responses to “Jangan Meremehkan Perawatan AC Mobil”

  1. arieff said

    nice info…thanks

  2. nuritsna said

    magnet clutch dan dryer suzuki every berapa duit ya ?

    trims infonya

  3. untuk penggantian Filter Kondensor .berapa yaa ? tiap kapan perlu di ganti ?

    untuk Freon , apakah mesti di ganti setiap di lakukan service ?

    terima kasih .

  4. suardiandro said

    Kenapa atomat ac tidak berpungsi, padaha kompresor suda saya ganti baru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: