Aangsunu's Blog

Parfum Isi Ulang Jadi Pilihan

Posted by aangsunu on 15 July 2010

PENJUALAN parfum isi ulang cukup diminati oleh masyarakat yang ingin membeli parfum dengan harga terjangkau seperti pantauan Warta Kota, Jumat (9/10). Para pengelola toko parfum isi ulang mengatakan, usahanya cukup menjanjikan karena parfum isi ulang ini karena parfum dengan harga terjangkau menjadi pilihan konsumen.
Untuk menarik konsumen di etalase toko dipasang berbagai model botol parfum. Aroma wangi sudah tercium sebelum masuk ke depan toko. Bahkan konsumen yang ingin membeli parfum dapat melihat langsung proses peracikan parfum yang akan dibelinya.
“Bila dilihat harga ada perbedaan yang cukup banyak dibandingkan dengan harga parfum yang dijual di pusat belanja atau toko. Mengenai aroma tidak kalah dengan parfum yang dijual di toko dan yang dijual dengan harga mahal. Kami berani memberikan jaminan kualitas bisa sama. Ini juga bisa bersaing dengan parfum-parfum yang dijual di mal atau pusat belanja. Maka parfum isi ulang ini banyak jadi pilihan atau alternatif,” ujar Retno Sundari, karyawan toko penjual parfum isi ulang di kawasan Tanahabang, Jakarta Pusat.
Pernyataan yang senada juga dikatakan oleh Katarina, karyawan toko parfum di kawasan Cililitan, Jakarta Timur. Dia menyebutkan, dengan harga yang ditawarkan bisa lebih murah hingga 70 persen, penjualan parfum isi ulang banyak dijadikan pilihan orang. Bahkan, kata Katarina, pembelian parfum isi ulang juga bisa disesuaikan dengan kebutuhan dari calon pembeli atau konsumen.
“Tidak semua orang ingin membeli parfum dengan harga mahal. Pembeli parfum juga tidak hanya dari kalangan menengah ke bawah. Beberapa yang datang juga memakai mobil sering membeli parfum isi ulang. Dengan adanya harga yang terjangkau bisa dijadikan pilihan orang untuk membeli parfum. Makanya sekarang ini penjualan parfum isi ulang banyak tersebar. Apalagi kalau dapat tempat startegis cukup dapat menarik konsumen datang,” ujar Katarina.
Mereka mengatakan, penjualan parfum isi ulang ini sudah lama ada di Jakarta. Keduanya menyebutkan, sebelumnya lebih banyak dikenal dengan menjual bibit minyak wangi. Dari situlah akhirnya muncul toko-toko penjual parfum isi ulang. Katarina dan Retno mengatakan, untuk kemasan botol parfum itu bisa juga disediakan dari toko atau pembeli membawa langsung.
Retno mengatakan, rata-rata konsumen datang membawa botol sendiri dan di isi ulang sesuai dengan jumlah dalam hitungan milimiter atau cc. Namun kecenderungan saat ini menjual dalam hitungan milimiter (ml). Mengenai komposisi juga diserahkan kepada konsumen. Apakah konsumen menginginkan aroma yang kuat atau biasa-biasa saja.
“Rata-rata komposisi yang banyak dipakai antara 20 persen bibit parfum hingga 40 persen bibit parfum yang diolah dengan 60 persen alkohol hingga 80 persen alkohol. Kalau ingin aroma yang kuat tentu persentase bibit parfumnya mencapai 40 persen,” jelas Katarina.
Mereka mengatakan, jika harga parfum di pusat belanja dijual dengan harga Rp 750.000, di tempat isi ulang cukup menebus dengan harga Rp 150.000 untuk ukuran 50 ml. Kalau volume yang diinginkan lebih sedikit lagi bisa lebih murah lagi.  Meski harganya murah bahan digunakan sangat aman untuk dipakai ke badan atau bersentuhan dengan kulit.
Katarina mengatakan, untuk meracik bahan itu mereka tidak memakai bahan dari methanol atau sejenis. Dia menjelaskan, bahan campuran dari jenis itu bisa membuat iritasi kulit. Bahan-bahan itu benar aman untuk kulit karena usaha ini termasuk bisnis kepercayaan. Jika ada konsumen yang mengeluh karena terjadi masalah di kulit dipastikan toko akan sepi dari pembeli. (ang)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: