Aangsunu's Blog

Harga Cabai Mulai Turun Tapi Masih Mahal

Posted by aangsunu on 18 July 2010

HARGA kebutuhan memasuki awal pekan ini meski mulai turun, tetapi penurunan harga itu masih tergolong mahal seperti pantauan Warta Kota di beberapa pasar tradisional, Sabtu dan Minggu (17-18/7). Seperti harga cabai merah, cabai rawit, sayur mayur, telor, beras, dan ayam. Penurunan harga itu terjadi karena pasokan sudah mulai masuk. Di sisi lain para pedagang masih kuatir harga akan kembali naik menjelang puasa bulan depan.
Harga yang mulai turun seperti cabai yang turun hingga Rp 5.000 sampai Rp 10.000 setiap kilogramnya. Menurut para pedagang, harga cabai mulai turun namun turunnya harga itu belum membuat harga cabai kembali normal. Harga cabai masih di atas Rp 15.000/kg. Seperti harga cabai merah saat ini dijual dengan harga Rp 37.000/kg. Sebelumnya harga cabai merah dijual dengan harga Rp 45.000/kg. Cabai rawit merah saat ini sudah bisa dibeli dengan harga Rp 45.000/kg atau turun Rp 5.000/kg.
“Hari ini harga cabai mulai turun karena pasokan sudah mulai masuk ke Jakarta. Jadi harga mulai turun. Pasokan mulai banyak karena di beberapa daerah sudah mulai panen meski cuaca masih sering hujan. Tetapi masih ada rasa kuatir harga bakal naik menjelang puasa nanti. Biasanya menjelang puasa harga bakal naik,” kata Wati, pedagang di Pasar Klender, Jakarta Timur, Minggu (18/7).
Wati mengatakan, selain harga cabai rawit merah, harga cabai merah besar juga sudah mulai turun. Sebelumnya harga cabai merah besar dijual dengan harga Rp 45.000/kg, saat ini dijual dengan harga Rp 40.000/kg. Harga cabai hijau besar juga turun dari Rp 25.000/kg menjadi Rp 20.000/kg. Cabai rawit hijau juga turun dari Rp 38.000/kg menjadi Rp 30.000/kg. Dia berharap harga akan terus turun hingga akhir pekan mendatang.
Penurunan harga cabai juga dikatakan oleh Hamdi, pedagang di Pasar Tebet. Hamdi yang ditemui pada hari Sabtu (17/7) mengatakan, pasokan yang mulai masuk karena beberapa daerah panen membuat harga cabai di Pasar Tebet juga mulai turun. Harga semua jenis cabai sudah mulai turun rata-rata Rp 5.000/kg. Tetapi penurunan itu belum membawa harga cabai normal kembali. Dia memprakirakan jika pasokan terus lancar harga akan normal pada akhir pekan mendatang.
“Namun di bulan depan kami kuatir harga akan kembali melonjak. Bulan depan sudah memasuki bulan puasa, biasanya harga bakalan naik. Kenaikan harga itu di bulan puasa bisa bertahan hingga hari raya. Menjelang hari raya, meski pasokan lancar harga banyak yang melejit,” kata Hamdi.
Sementara itu, harga sembako masih bertahan mahal seperti telor, ayam, dan sayur mayur. Dari pantauan akhir pekan lalu menunjukkan harga telor ayam dijual dengan harga Rp 16.000/kg. Harga daging ayam potong masih dibandrol dengan harga Rp 25.000 hingga 29.000/ekor. Kentang masih dibandrol dengan harga Rp 7.000/kg. Bawang juga masih belum terlihat turun karena masih dijual dengan harga Rp 17.000/kg. Minyak goreng curah masih relatif stabil dijual dengan Rp 9.000/kg.
“Daging ayam biasanya dijual dengan harga Rp 15.000/ekor untuk ukuran kecil. Sedangkan yang agak besar dijual dengan Rp 20.000/ekor. Sekarang masih dijual Rp 25.000/ekor untuk ukuran kecil, dan Rp 29.000 untuk ukuran besar. Nggak tahu nanti kalau menjelang puasa bakal naik berapa lagi,” kata Yanto, pedagang ayam di Pasar Klender.
Tidak untung
Para pedagang mengatakan, kenaikan harga itu tidak membuat para pedagang meraih omzet besar. Dengan kenaikan harga juga membuat omzet pedagag terpangkas hingga 30 persen. Naiknya harga-harga itu membuat belanja modal pedagang ikut naik. Sementara harga jual di pasar juga tidak bisa didongkrak hingga tinggi.
“Justru dengan kenaikan harga ini membuat kami sebagai pedagang juga repot. Omzet kami juga turun karena belanja modal jadi naik. Kalau harga normal kami bisa belanja modal hingga Rp 1 jutaan/hari, dengan kenaikan harga belanja modal jadi meningkat hingga Rp 2 jutaan/hari. Sementara pemasukan tidak bisa banyak. Mau tambah modal dari pinjaman juga tidak mungkin. Kami ambil dari simpanan sendiri,” kata Yuli, pedagang di Pasar Tebet.
Darto, pedagang di Pasar Klender, mengatakan, kenaikan harga itu membuat para pedagang harus pandai memutar modal agar bisa bertahan. Naik harganya juga membuat modal belanja bertambah, sedangkan penjualan tidak meningkat. Dia mengatakan, saat harga mahal penjualan juga turun hingga 20 persen. Misalnya, harga cabai merah besar dijual Rp 45.000/kg, untuk dapat bertahan cabai merah besar itu dijual eceran. Penjualan eceran itu juga bertujuan agar stok cabai cepat habis dan tidak busuk. (ang)

3 Responses to “Harga Cabai Mulai Turun Tapi Masih Mahal”

  1. Ria said

    wa ha3.. sekaragn juga mahalllllllllllllllll. December 1 kilo 60000

  2. Ria said

    harga cabai sekarang masih mahallll.
    harga kebutuhan makanan juga naik semua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: