Aangsunu's Blog

Berdagang adalah Pekerjaan

Posted by aangsunu on 21 July 2010

MEMBUKA toko atau berdagang masih dinilai masyarakat bukanlah suatu pekerjaan yang menjanjikan. Apalagi untuk mencari karir. Tetapi kenapa masyarakat Tiongha bisa sukses dengan cara membuka toko. Meskipun hanya membuka toko berukuran kecil. Bahkan tidak sedikit usaha itu menjadi usaha turun temurun.
Inilah yang ingin dikupas oleh Istijanto Oei melalui bukunya, yakni rahasia sukses toko Tionghoa. Dalam buku yang diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama (GPU) itu memaparkan prinsip dasar yang dipakai oleh orang Tionghoa dalam berbisnis, dengan istilah buka toko, yang dituangkan dalam buku setebal 142 halaman itu.
Kenapa banyak orang Tionghoa membuka toko? “Awalnya karena terpaksa untuk memenuhi kebutuhan hidup. Tidak ada pekerjaan lain karena pendidikan yang tidak tinggi. Ini yang dipakai oleh orang Tianghoa dahulu ketika mulai berdagang. Dan akhirnya usaha itu menjadi turun temurun,” papar Istijanto dalam seminar yang digelar oleh GPU akhir pekan lalu.
Namun dibalik itu tidak banyak diketahui oleh masyarakat kenapa toko orang Tianghoa bisa bertahan. Mengembangkan toko dari modal nol hingga meraup keuntungan maksimal. Dalam buku yang ditulis oleh pria alumunus Universitas Atma Jaya Yogyakarta dan Universitas Gajah Mada itu banyak kiat sederhana yang dilakukan oleh orang Tianghoa dalam menjalankan usahanya. Itu diperoleh oleh Istijanto melalui observasi serta pengalaman pribadinya, karena orangtuanya juga membuka toko di kota Yogyakarta.
“Mereka membangun bisnis ini, meski hanya toko, dengan prinsip kepercayaan dan disiplin. Serta mempunyai sikap yang melayani. Bagi mereka, pembeli adalah bos. Meski mereka adalah pemilik toko, Kepercayaan luntur, otomatis tidak ada pembeli. Disiplin yang diterapkan juga sederhana, yakni mengenai konsistensinya dalam buka dan tutup toko. Jika buka jam 08.30 dan tutup 17.00, ini dilakukan setiap hari,” ujar Istijanto yang juga mengajar di Prasetiya Mulya Business School itu.
Untuk membuka toko ada beberapa hal yang dapat dipetik dari para pemilik toko ini. Istijanto mengatakan, untuk buka toko banyak orang yang selalu berpikir soal modal, belanja barang, lokasi, mengatur tata letak, hingga mengelola pelanggan. Dia mengatakan, banyak pemilik toko yang bermodalkan nol untuk membuka toko setelah dia mendapatkan lokasi yang tepat untuk menjalankan bisnisnya itu.
Modal nol itu dapat diperoleh karena bermodalkan jaringan atau networking. Jaringan itu tidak perlu orang lain cukup melalui kerabat untuk mendapatkan pemasok. Dari situlah, kata Istijanto, bisnis dimulai dan membangun kepercayaan  dengan pemasok melalui hal yang utama, yakni membayar kepada pemasok tepat waktu. Atau pembayaran dapat mundur, ketika jatuh tempo langsung membayar kepada pemasok.
“Mengelola pelanggan bagi pemilik toko sangat penting. Mengelola pelanggan itu bisa dimulai dengan displin dalam buka tutup toko. Berupaya memberi empati kepada calon pembeli. Bahkan menyapa dengan menyebut nama juga bagian dari upaya mengelola pelanggan. Kelihatannya sepele hanya menyapa nama seseorang,” kata Istijanto. (ang)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: