Aangsunu's Blog

Bisnis Waralaba Bukan Lagi Sekedar Bisnis Kemitraan

Posted by aangsunu on 21 July 2010

USAHA atau bisnis waralaba jangan lagi dianggap sebagai bentuk pola kemitraan. Bisnis waralaba atau franchise sudah waktunya menjadi alternatif bisnis. Apalagi perusahaan waralaba di Indonesia terus tumbuh dan berkembang.
Hal itu dikemukan oleh Amir Karamoy, Ketua Dewan Pengarah Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (Wali), di sela-sela pameran waralaba yang digelar di JCC, Jakarta Pusat, Jumat (24/10). Untuk mendukung itu Wali berharap kepada pemerintah melalui departemen perdagangan agar segera merampungkan rancangan undang-undang (RUU) perdagangan yang hingga saat ini belum kunjung selesai.
“RUU perdagangan ini sudah lama dibahas namun hingga saat ini belum selesai. Dalam hal ini diharapkan bisnis waralaba jangan lagi dianggap sebagai mitra atau kemitraaan. Usaha waralaba sudah saatnya menjadi alternatif investasi. Apalagi dengan kondisi seperti ini dengan adanya gejolak krisis finansial global. Usaha ini bisa tahan terhadap ancaman dari krisis,” ujar Amir.
Amir mengatakan, usaha ini sudah terbukti ketika krisis terjadi di tahun 1998. Para pelaku usaha dari model ini dapat bertahan hingga sekarang dan berkembang. Selain itu nilai pengembalian investasi juga lebih cepat dan besar dibandingkan dengan bunga deposito. Dengan adanya undang-undang itu waralaba akan semakin dapat tumbuh.
Menanggapi hal itu, Subagyo Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Departemen Perdagangan, mengatakan, RUU itu memang sampai saat ini masih dibahas karena tidak ingin jika sudah menjadi undang-undang tidak relevan dengan kondisi yang terjadi saat ini. Dia mengatakan, dunia usaha itu bergerak dinamis sehingga setiap kali ada pembahasan harus mempertimbangkan efek dari pembahasan mengenai pasal-pasal dalam RUU.
“Memang diakui RUU ini sudah lama dibahas meski sudah berganti-ganti menterinya. Padahal undang-undang yang berhubungan dengan perdagangan sudah muncul, seperti UU perlindungan konsumen. Namun dibalik itu depdag juga sudah mengeluarkan aturan mengenai bisnis waralaba,” kata Subagyo.
Aturan yang telah dikeluarkan antara lain pihak pewaralaba harus menyampaikan prospektus terhadap usaha secara transparan. Hal itu perlu dilakukan untuk memberikan jaminan kepada calon terwaralaba mengetahui waralaba yang akan dipilihnya. Termasuk melakukan audit keuangan dari usaha yang akan diwaralabakan itu.
Sementara itu, PT Panorama Convex Indah menggelar pameran waralaba dan lisensi ekspo di JCC yang dimulai pada hari kemarin. Pameran ini akan berakhir pada hari Minggu (26/10) dengan jumlah peserta sebanyak 120 peserta. Pameran ini terbuka untuk umum dengan membayar tiket sebesar Rp 50.000. (ang)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: