Aangsunu's Blog

Bingung Melihat Emas

Posted by aangsunu on 26 July 2010

MESKI telah bekerja selama 29 tahun bekerja di dunia perbankan sempat bingung melihat dekatnya jarak kantor cabang Perum Pegadaian. Dekatnya jarak kantor cabang itu sempat dinilai tidak efektif dan efisien. Namun setelah berkeliling ke kantor-kantor cabang itu, meski jaraknya berdekatan, kantor cabang itu mempunyai jumlah nasabah yang cukup banyak.
Itu yang dirasakan oleh Chandra Purnama, Direktur Utama Perum Pegadaian, yang menggantikan Dirut Perum Pegadaian sebelumnya Deddy Kusdedi. Keheranan tidak hanya melihat kantor cabang yang dimiliki oleh Perum Pegadaian itu. Mantan direktur di BPPN dan Wakil Direktur Utama Bank Permata itu juga sempat heran dengan jumlah emas yang digadaikan di Perum Pegadaian juga banyak.
“Saya kira masyarakat saat ini sudah banyak yang menyimpan uang di bank. Ternyata perkiraan itu salah. Masyarakat yang berinvestasi dalam bentuk emas  juga masih banyak. Ini saya lihat ketika mengunjungi kantor cabang dan melihat tempat penyimpanan emas yang digadaikan itu. Jadi emas masih jadi pilihan masyarakat untuk berinvestasi,” ujar Chandra beberapa waktu lalu.
Walaupun sudah menjabat sebagai direktur utama, ketika berkeliling ke kantor cabang dan akan melihat tempat penyimpanan barang yang digadai, Chandra tetap harus menulis ke buku daftar tamu. Bagi mantan pejabat di Bank BNI itu tidak menjadi persoalan karena itu menunjukkan bahwa semua karyawan di Perum Pegadaian itu sama.
Mengenai kantor cabang, petinggi Perum Pegadaian itu, mempunyai keinginan jumlah kantor cabang yang ada saat ini dapat ditingkatkan kembali. Chandra menilai potensi pasar untuk Perum Pegadaian masih sangat luas. Apalagi proses untuk mendapatkan dana pinjaman juga tidak lama. Dia menilai setiap ada perumahan dan pasar merupakan potensi yang layak untuk digarap.
“Jadi dengan semakin banyak kantor akan memudahkan layanan diberikan kepada masyarakat. Ini berbeda dengan bank. Untuk meminjam uang saja harus membutuhkan waktu berhari-hari. Maka potensi yang dimilik perusahaan ini masih sangat besar. Perumahan dan pasar adalah potensi yang sangat besar. Jadi tidak salah ketika ada kantor cabang jaraknya berdekatan karena disitu memang ada potensi,” ujar Chandra yang setelah tiga hari dilantik langsung mengunjungi kantor-kantor cabang Perum Pegadaian.
Kinerja perushaaan juga dilihat bagus olehnya. Chandra menyebutkan, kinerja keuangan untuk omzet uang pinjaman Perum Pegadaian hingga Maret 2008 sudah mencapai 30 persen dari target 2008 sebesar Rp 25,9 triliun. Dari kinerja itu usaha berupa layanan gadai efek sudah melebihi target, yakni mencapai Rp 158,4 miliar dari target sebelumnya adalah Rp 100 miliar. Hingga bulan Maret  2008 jumlah omzet sudah mencapai Rp 7,8 triliun atau 30,11 persen dari target tahun ini. (ang)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: