Aangsunu's Blog

Masih Menunggu Kualitas Solar Bagus

Posted by aangsunu on 26 July 2010

PERATURAN pemerintah mengenai aturan emisi gas buang di Indonesia harus standar Euro II dijawab oleh pelaku industri dengan membuat mobil yang sesuai dengan standar itu. Ini juga dilakukan oleh PT Pantja Motor yang mengageni merek Isuzu di Indonesia. Meski bermesin diesel, yang kerap dicap mobil berisik dan mengeluarkan asap tebal, Isuzu di Indonesia memiliki standar emisi gas buang Euro II. Tetapi bagaimana kondisi bahan bakar jenis solar di Indonesia? Johannes Nangoi, Presiden Direktur PT Pantja Motor, mengatakan, pihaknya masih terus menunggu kesiapan pemerintah mengenai kualitas solar yang bisa mendukung standar emisi gas buang Euro II. Dia mengatakan, saat ini solar yang dapat mendukung adalah Pertamina Dex. “Akan tetapi harganya itu mempunyai selisih harga yang cukup besar. Solar jenis itu dijual dengan harga Rp 8.000-an. Sementara solar biasa dijual dengan harga Rp 4.300. Sedangkan pengguna Isuzu belum tentu mau menggunakan solar jenis Pertamina Dex karena selisih harga yang sangat besar itu,” kata Johannes. Pria berkacamata itu menegaskan, semua mobil yang diproduksi itu setelah sampai di tangan konsumen standar emisi itu sudah tidak standar Euro II. Hal itu dipengaruhi kualitas solar yang dijual masih belum dapat memenuhi standar itu. Itu disebabkan kandungan sulfur pada solar masih sangat tinggi. Sebagai produsen juga tidak bisa memaksa pengguna Isuzu untuk menggunakan solar jenis Pertamina Dex. Dengan kondisi solar masih seperti itu Isuzu belum mau meluncurkan mobilnya dengan teknologi diesel commonrail. Johannes menolak anggapan bahwa Isuzu tidak siap. Dia mengungkapkan, mesin diesel dengan teknologi commonrail juga membutuhkan solar dengan kandungan sulfur yang rendah. Saat kandung sulfur masih di atas 500 ppm (part per million). Sebagai produsen tanggung jawab kepada konsumen adalah hal utama. Johannes mengatakan, mengenai teknologi diesel Isuzu sudah siap. Mesin diesel yang dimiliki oleh Isuzu sudah dipakai oleh produsen mobil lainnya. Bahkan produsen mobil terbesar asal Jepang, Toyota, berniat membeli saham Isuzu Jepang karena ingin ikut mengembangkan mesin diesel. “Kalau dukungan kualitas solar sudah bagus, Isuzu siap meluncurkan mobil dengan teknologi, salah satunya yakni commonrail. Jangan sampai kami luncurkan mesin dengan sistem teknologi itu namun setelah itu konsumen protes ke kami. Lebih baik ditunda daripada nantinya sering dikomplain oleh konsumen,” ujar Johannes. (ang)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: