Aangsunu's Blog

  • September 2010
    M T W T F S S
    « Aug   Oct »
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    27282930  

LASIK Alternatif untuk Memperbaiki Mata

Posted by aangsunu on 12 September 2010

BAGI pemakai kacamata tidak ada salahnya untuk mencoba memakai fasilitas Laser Assited in-Situ Keratomileusis (LASIK). LASIK adalah prosedur perbaikan penglihatan secara permanen. Artinya membebaskan dari keharusan mengenakan kacamata dan lensa kontak.
Ini dapat dilakukan di Laser Sight Centres Indonesia yang meluncurkan klinik bedah refraksi LASIK di Jakarta yang beralamat di Jalan Wolter Monginsidi Nomor 32 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Klinik itu adalah pemegang francise dari Laser Sight Centres Australia. Laser Sight Centres Indonesia memiliki tiga spesialis oftalmik yang mendapatkan pelatihan di Australia.
Bedah LASIK adalah pembetulan penglihatan untuk ralat pembiasan seperti mata myopia, hypermetropia, presbyopia, dan astigmatise. LASIK akan mengubah kelengkungan kornea yang dilakukan tanpa harus melalui operasi atau pembedahan. Untuk melaksanakan LASIK menggunakan kerotome-mikro khusus untuk menciptakan flap.
Sebelumnya, permukaan kelengkungan kornea diubah dibentuk dengan sinar laser excimer, yakni mempertipis lapisan kornea dalam hitungan mikrometer. Laser excimer dengan cepat membentuk ulang kurva jaringan kornea yang terpapar, kemudian flap dikembalikan untuk menutup jaringan yang sudah dibentuk ulang. Flap tersebut berfungsi sebagai “plester perekat tubuh” yang merekat ulang sepenuhnya hanya dalam waktu hitungan menit tanpa jahitan.
“Untuk perbaikan penglihatan ini yang menjadi ukuran adalah ketebalan kornea mata. Ketebalan kornea yang akan diperbaiki harus menyisakan ukuran 250 mikrometer. Sedangkan ketebalan kornea mata normal adalah 600 mikrometer,” kata dr Bondan Harmani salah satu dari tiga oftalmologis Indonesia di sela-sela peluncuran klinik itu di sebuah hotel di Jakarta, Senin (29/9).
Sebelum dilakukan perbaikan dengan metode Lasik, kata dr Bondan, mata pasien akan diperiksa terlebih dulu. Pemeriksaan itu dilakukan dengan cara di scanning terlebih dahulu. Dalam pengukuran tersebut akan diketahui ketebalan kornea mata pasien. Jika hasilnya pemeriksaan awal sisa ketebalan kornea mata tidak mencapai 250 mikrometer tidak dianjurkan untuk dilakukan LASIK.
Dr Bondan mengatakan, bagi yang ingin memperbaiki penglihatan tidak tergantung jumlah minus atau plus termasuk silinder. Karena yang dilihat hanya  sisa ketebalan kornea mata tersebut. Dia mencontohkan, jika seorang pasien memakai kacamata ukuran minus 10 dan saat diperiksa masih mempunyai sisa ketebalan yang sudah ditentukan, yaitu 250 mikrometer, pasien itu dapat dilakukan perbaikan.
“Jika kurang dari angka minimal ketebalan kornea mata tidak bisa dilakukan  perbaikan. Jadi patokan ketebalan kacamata minus atau plus bukan menjadi ukuran. Bisa saja yang memakai kacamata minus satu tetapi sisa ketebalan kurang dari 250 mikrometer,” ujarnya.
Pembenahan penglihatan dengan metode Lasik, dr Raman R Saman merupakan metode yang paling aman. Dalam studi klinik resiko komplikasi lebih kecil dari satu persen. Proses Lasik sendiri tidak membutuhkan waktu yang lama sekitar 20 menit. Setelah dilakukan perbaikan Lasik dapat langsung meninggalkan kacamata. “Bukan berarti langsung bebas. Pasien tetap melakukan rawat jalan. Dan setelah dua minggu pasien sudah benar-benar sembuh,” katanya.
Sedangkan usia yang dapat dilakukan pembenahan dengan metode Lasik minimal berusia 20 tahun. Di bawah usia tersebut kornea mata masih dapat berubah. Termasuk, kondisi fisik pasien tidak mengidap diabetes dan bagi wanita hamil tidak bisa melakukan metode Lasik.
Resiko dengan metode ini lebih kecil dari satu persen. Metode ini juga sudah disetujui oleh US Food and Drug Administration.
Bebas dari kacamata ini dirasakan oleh salah seorang arti Minati Atmanegara. Sebelumnya dia selama 13 tahun harus memakai kacamata. Setelah mengikuti metode Lasik sejak sembilan bulan lalu, dirinya sudah tidak perlu memakai kacamata kembali.
Klinik bedah refraksi LASIK yang dibuka di Jakarta sejak bulan November lalu, telah berhasil melaksanakan prosedur Lasik sekitar 226 mata. Mengenai biaya untuk perbaikan penglihatan dengan metode Lasik menurut dr Raman R Saman, untuk satu mata dikenakan biaya sebesar Rp 9 juta sedangkan dua mata sekaligus biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 17 juta. (ang)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: