Aangsunu's Blog

  • September 2010
    M T W T F S S
    « Aug   Oct »
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    27282930  

Pramu Antar Berperan Ganda Sebagai Petugas Informasi

Posted by aangsunu on 12 September 2010

PRAMU antar atau tukang angkut barang yang memakai seragam berwarna merah di Stasiun Senen ternyata berperan ganda. Ia bukan saja bekerja sebagai kuli angkut,  tetapi dapat juga memberikan informasi berjalan bagi calon penumpang. Para pramu antar juga sangat tahu kondisi dan jadwal kereta.
Mereka akan mencari informasi jika kereta yang akan berangkat mengalami gangguan atau terlambat. Namun kebaikan mereka sering dinilai negatif dari para calon penumpang, karena dianggap bagian dari para calo.
Di Stasiun Senen para kuli angkut yang berseragam itu, terlihat tidak agresif untuk mendapatkan konsumen. Mereka hanya mau mendekati penumpang yang hendak berangkat, jika penumpang membutuhkan jasanya. Bahkan diantara mereka, memiliki pelanggan tetap.
Menjelang hari raya, kuli angkut yang berjumlah hingga 150-an itu juga merasakan panen. Pendapatan yang diperoleh bisa dua kali lipat dibandingkan di hari-hari biasa. Seperti yang dirasakan oleh Takrim yang telah bekerja sejak tahun 1967 itu di Stasiun Senen.
Pria berkulit legam yang telah memiliki cucu ini, sempat merasa jengkel ketika  pramu antar dituding ikut berperan menguasai kursi kosong. “Ini membuat saya sangat dongkol dan jengkel karena kelompok kami dituding seperti itu. Kami ini masuk ke dalam kereta kalau memang bawa barang. Jika tidak bawa barang kami juga tidak ada mau masuk. Mengenai bangku kosong, kalau memang ada kami memberi tahu kepada calon penumpang. Itu saja jika penumpang tidak mau yang tidak masalah,” kata Takrim.
Jasa yang diterima, kata Takrim, adalah jasa membawakan barang. Tidak ada biaya tambahan lainnya. Dia mengatakan, berita yang sempat beredar kalau kuli angkut barang merupakan joki bangku adalah salah besar. Hal ini juga diamini oleh rekannya yang biasa disapa dengan nama Keling.
Takrim bercerita, para pasukan berseragam merah sering berperan sebagai informasi. Mencari kepastian jadwal kereta termasuk memberi kabar jika kereta  telat. Dirinya menegaskan, tidak ingin para calon penumpang menjadi terlantar jika tidak ada informasi yang jelas.
“Penumpang kami suruh tunggu, kami yang mencarikan informasi. Jika sudah pasti kami langsung carikan lokasi kereta tersebut. Kami antar sampai di atas kereta. Jika kereta terlambat, kami tunggu sampai kereta datang. Begitu kereta datang barang langsung saya bawa ke dalam. Tapi saya juga dongkol jika tanya kepada calon penumpang untuk tawarkan jasa namun tidak ada jawaban,” ujar Takrim.
Mengenai pendapatan, dia mengaku ada peningkatan dibandingkan pada hari-hari biasa. Jika hari biasa hanya dapat pemasukan sekitar Rp 25.000, saat menjelang hari raya minimal Rp 50.000. Terkadang Rp 50.000 sudah diperoleh dalam waktu tiga jam. Satu kali angkut biasanya para calon penumpang memberikan uang jasa Rp 3.000 hingga Rp 5.000.
Para kuli angkut ini juga mempunyai paguyuban. Dimana anggotanya para kuli angkut. Mereka tidak segan-segan membantu jika ada orang yang terlantar karena tidak punyai tiket pulang. Akibat kecopetan atau dompetnya terjatuh. Para anggota akan berpatungan untuk membelikan tiket agar orang yang terlantar dapat pulang ke daerah asalnya.(ang)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: