Aangsunu's Blog

  • September 2010
    M T W T F S S
    « Aug   Oct »
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    27282930  

Rumah Atlet Nasional Terkena Gusur

Posted by aangsunu on 12 September 2010

RATUSAN piala termasuk medali emas dan perak terpaksa disimpan di dalam bekas akuarium dan kotak kardus bekas. Bahkan beberapa tropi atau piala ada yang terlihat rusak. Seperti pada bagian atas patah. Kondisi medali emas dan perak juga terlihat kusam.
Piala dan medali merupakan salah satu benda yang paling berharga bagi seorang atlet. Paling tidak sebagai bukti berprestasinya seseorang. Tetapi benda-benda itu nyaris tertimbun puing-puing rumah yang digusur paksa oleh aparat tramtib Jakarta Barat saat menggusur Kampung Sawah, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Kamis (2/10).
Koleksi piala dan medali adalah milik atlet bulu tangkis nasioanal Silvi Antarini (19) yang tergabung dalam klub Jaya Raya. Rumah orang tua Silvi, H IGM Sumantra dan Ny Hj Asni Anggreini ikut dibongkar paksa. Saat ini hanya menyisakan pagar besi berwarna hijau. Ketika pembongkaran medali dan piala yang awalnya disimpan rapi dalam lemari itu nyaris rusak terkena buldoser dan ekskavator.
Keluarga Silvi yang baru saja membangun rumah dengan biaya Rp 80 juta pada bulan Maret 2003 saat ini sudah rata menjadi tanah. Kecuali Silvi,  Mereka dan yakni Cyntia Baby (9), adik Silvi, tinggal di bawah tenda biru ukuran 3 meter x 7 meter. Tenda itu berdiri di atas puing-puing hasil pembongkaran tersebut.
Selain piala dan medali, barang-barang yang dapat diselamatkan adalah sebuah kasur spring bed, satu set kursi dan meja tamu, dispenser, lemari kecil, beberapa gelas dan piring, televisi, dan beberapa pigura foto. Semuanya ditumpuk  menjadi satu di bawah tenda. Untuk menahan terpaan hujan di sisi kanan dan kiri dipasang krey bambu.
“Kami tidak diberi kesempatan untuk menyelamatkan barang-barang. Kami minta waktu dua jam untuk memindahkan juga tidak diberi. Beko langsung menggaruk rumah. Termasuk buldoser yang juga melindas kandang ayam yang berisi ratusan ayam. Piala dan medali ini diselamatkan sama yang lain,” ujar Ny Hj Asni Anggreini dengan mata berkaca-kaca, Senin (6/10).
Silvi Antarini adalah atlet pelatnas yang ditangani oleh Ivana Lie itu telah mengkoleksi berbagai gelar juara termasuk mengikuti kejuaraan internasional. Seperti  juara sirkuit nasional, Siliwangi SGS-Samsung kelas taruna tahun 2002, Sirkuit nasional Jawa Pos Gudang Garam, Sirkuit Mutiara Bandung, Jakarta Open, dan juara tunggal putri turnamen Jakarta Terbuka 2003.
Ny Asni dengan nada pelan menuturkan, pembongkaran paksa ini dirinya tidak ingin mengabari kepada Silvi. Karena tidak ingin mengganggu konsentrasi putri keduanya itu di pelatnas. Akhirnya, Silvi mengetahui pembongkaran itu pada hari Minggu (5/10).
“Mama kenapa nggak cerita. Silvi kan anak mama,” ujar Silvi seperti dikutip Ny Asni sambil berusaha untuk menahan air mata. “Saya hanya tidak ingin mengganggu konsentrasi dia saja. Saat ditelpon ke saya dia menanyakan ukuran baju dan rok adiknya. Katanya Cik Ivana (Ivana Lee) mau membantu,” katanya dengan mata menerawang.
Sekitar pukul 13.20, Cyntia yang baru duduk di kelas IV SDN Tanjung Duren datang dari sekolah dengan memakai seragam putih-putih dan dasi merah. “Mama baju ngaji Baby mana. Nanti Baby mau ngaji,” katanya saat duduk di samping mamanya. “Nyimpen dimana ya. Mama nggak tahu nyimpan. Libur dulu aja,” jawab Ny Asni.
Ny Asni melanjutkan ceritanya, dirinya bersama suami yang mantan Paspampres itu membangun rumah di lokasi penggusuran karena suaminya menjaga tanah yang dimiliki oleh Tommy Soeharto pada tahun 1989 itu. Setelah itu, suaminya ditawari untuk membangun rumah setelah pensiun tahun 1994. Akhirnya tanah seluas 150 meter persegi pada bulan Maret 2003 lalu direnovasi yang menelan biaya Rp 80 juta.
“Sebelumnya di daerah kami kabarnya tidak tergena penggusuran. Namun kata petugas tetap akan digusur. Kami sendiri tidak tahu kenapa karena tidak ada penjelasan. Petugas hanya bilang di seberang di bongkar yang disini juga harus dibongkar,” kata Asni yang putri sulung bertugas sebagai Pengawal Khusus Presiden Sertu Dewi Umbari.
Setelah pembongkaran lima hari lalu, Ny Asni belum tahu akan pindah kemana. Dia hanya mengatakan masih bingung. Bahkan saat ditemui, Ny Asni sedang mengetik dengan mesin tik. Ketika ditanya, dirinya sedang mengetik surat yang rencananya akan ditujukan kepada Presiden Megawati Soekarnoputri. (ang)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: