Aangsunu's Blog

Persaingan Hunian di Kawasan Tebet

Posted by aangsunu on 10 August 2012

LEBIH kurang 45 tahun lalu kawasan Tebet, Jakarta Selatan, bukan daerah pemukiman seperti sekarang. Menjelang perhelatan Asian Games yang akan digelar di Senayan, kawasan Tebet dipilih untuk kawasan pemukiman baru. Ketika itu Tebet dipilih untuk menjadi tempat tinggal masyarakat Senayan yang digusur untuk pembangunan kompleks olahraga Senayan, dengan nama Gelora Senayan dan saat ini bernama Gelora Bung Karno.
Seiring dengan perjalanan waktu, salah satunya adalah selesainya pembangunan jalan arteri penghubung dari Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, ke kawasan Pondokkopi, Jakarta Timur, pada tahun 1980-an, membuat akses ke Tebet semakin mudah. Dampaknya Tebet semakin dilirik untuk dijadikan tempat usaha atau bisnis. Termasuk perguruan tinggi dan pendidikan diploma juga hadir di kawasan Tebet.
Kawasan Tebet terus tumbuh berkembang. Tidak hanya rumah-rumah beraneka ukuran dan rumah susun yang dibangun di tempat itu. Sarana seperti pendidikan, pasar tradisional, dan supermarket yang hingga saat ini masih terlihat. Perkantoran, dengan model rumah kantor dan rumah toko, hingga kantor cabang perbankan muncul di kawasan itu.
Dengan perkembangan seperti itu, rumah-rumah di kawasan Tebet tidak hanya dimanfaatkan sebagai hunian bagi pemilik rumah. Tetapi juga dimanfaatkan untuk disewakan seperti rumah kontrakan maupun tempat indekost. Restoran atau rumah makan juga bermunculan, sehingga Tebet juga dilirik para penggemar kuliner. Termasuk beberapa distro dengan sasaran kaum remaja.
Penghubung antara Jalan Sudirman dan perbatasan Jakarta Selatan (Tebet) dan Jakarta Timur (Kampungmelayu), yakni Jalan KH Abdul Syafi’ie dan Jalan Prof Dr Satrio atau dikenal dengan Jalan Casablanca saat ini juga tumbuh menjadi daerah bisnis dan hunian vertikal. Seakan-akan kawasan itu menjadi landmark di Jalan Casablanca.
Casablanca pun dijadikan nama atau trade mark untuk berjualan kawasan hunian. Di sekitar jembatan layang Saharjo, saat ini sudah muncul hunian vertikal atau apartemen. Apartemen ini berdiri saling berdekatan seolah berlomba memberikan lokasi yang terdekat dan strategi untuk menuju ke kawasan segitiga emas Kuningan dan Sudirman.
Di sana sudah berdiri dengan kokoh Puri Casablanca, Park Line Apartemen, Apartemen Casablanca, dan Casablanca Mansion. Di lokasi yang sama juga sedang direncanakan pembangunan blok, yakni Kota Kasablanka. Di dalam kompleks itu akan berdiri apartemen, gedung perkantoran, dan pusat perbelanjaan.
Perkantoran juga bermunculan di kawasan Tebet. Ini dapat dilihat di Jalan Dr Supomo, Jalan Abdul Syafi’ie, Jalan Tebet Raya, Jalan Tebet Utara, Tebet Barat Dalam, Jalan Tebet Timur Dalam, dan Jalan Tebet Barat 4. Bahkan di Jalan Tebet Utara saat ini dijadikan tempat nongkrong para remaja dengan muncul beberapa kafe.
Kawasan perkantoran itu semakin berkembang karena Jalan Dr Supomo yang tersambung dengan Jalan Dr Saharjo yang sebelumnya menjadi jalan alternatif dari kawasan Menteng menuju ke Pasar Minggu, sekarang sudah menjadi jalan utama. Terlebih lagi jalan di sekitarnya seperti Jalan Sudirman dan Jalan Gatot Subroto terkena peraturan 3 in 1. Maka di pagi hari dan sore hari, jalan itu tidak terlepas dari kemacetan.
Meski demikian, itu tidak menyurutkan Agung Podomoro Grup melalui PT Intersatria Budi Karya Pratama untuk ikut mengembangkan kawasan Tebet dengan menggarap The Lavande Residence. Apartemen kelas menengah di Jalan Dr Supomo. Apalagi di sepanjang jalan itu belum dilirik untuk membangun hunian secara vertikal.
Pembangunan apartemen ini untuk lebih mendekatkan lagi ke kawasan Tebet yang terus berkembang itu. Dan ini belum dilirik oleh pengembang lain. Seperti dikatakan oleh Direktur Pemasaran Agung Podomoro Grup Indra Wijaya Antono. Dia mengatakan, Tebet termasuk di seputar Jalan Supomo adalah kawasan potensial untuk membangun hunian berupa apartemen.
Untuk itulah perusahaan properti itu membangun dua tower apartemen dengan masing-masing terdiri 23 lantai dengan nama Purple Tower dan 30 lantai yang bernama Pink Tower di atas tanah seluas 1,5 hektar. Lokasi ini berdampingan dengan Universitas Sahid.
Adanya dua tower itu apartemen ini memiliki 727 unit dengan empat model unit apartemen dengan luas yang berbeda-beda. Keempat model itu adalah model studio, unit dengan satu kamar, dua kamar, dan tiga kamar. Serah terima unit apartemen itu direncanakan pada bulan Oktober 2009 secara bertahap.
Pengembang, sesuai dengan tagline The Lavande Residence “A True Living for Your Body, Mind & Soul,” menyediakan berbagai fasilitas seperti kolam renang, massage pool, children playground, indoor squash, fitness centre, suite lounge, function hall, gazebo, reflexy stone, sauna, laundry, kafe & restoran, salon kecantikan. Serta dilengkapi pengamanan 24 jam dengan CCTV.
Akankah The Lavande Residence mampu menjadi magnet baru di kawasan Tebet? Dapatkan The Lavande Residence bersaing dengan apartemen yang sudah berdiri serta bersaing dengan rumah konvensial yang banyak dikontrakan atau dijual belikan di kawasan Tebet? Mungkin ini dapat dijawab pada tahun 2009 mendatang bersamaan dengan serah terima unit apartemen itu. (ang)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: