Aangsunu's Blog

Rental Komputer Semakin Tergerus

Posted by aangsunu on 10 August 2012

Para pengelola rental komputer semakin terjepit karena harus bersaing dengan warung internet (warnet) seperti pantauan Warta Kota, Senin (10/11). Para pemilik rental komputer sudah banyak yang melakukan pengembangan, tidak hanya sekedar menyewakan komputer tetapi juga dilengkapi dengan internet.
“Sekitar 6 tahun lalu usaha rental komputer dapat memenuhi kebutuhan sehari- hari. Ketika itu hasil persewaan juga cukup besar. Dapat Rp 50.000 tidak sampai satu hari sudah bisa diperoleh. Kalau hanya mempertahankan rental atau jasa pengetikan pada saat ini sangat sulit. Maka sejak 5 tahun terakhir, pemilik menambah layanan menyewakan internet,” ujar Muklis, karyawan warnet di kawasan Kemanggisan, Jakarta Barat.
Muklis mengatakan, saat ini yang ditawarkan adalah menyewa komputer berikut menyewa internet. Namun sekarang ini waktu sewa dihitung dalam jam, dengan biaya sewa rata-rata Rp 4.000/jam. Sebelumnya, ketika hanya merentalkan komputer, dapat dihitung dalam jumlah lembar atau dalam satu jam membayar Rp 2.000/jam.
“Kalau dilihat selisihnya biaya sewa tidak jauh. Tetapi kebutuhan penyewa sudah semakin berbeda dan juga membutuhkan layanan internet. Bahkan layanan internet sekarang juga harus bersaing dengan game online atau game center. Belum lagi pemakai komputer pribadi juga semakin banyak. Jumlah pemakai laptop juga banyak, bahkan harga laptop juga banyak yang murah,” ujar Muklis.
Hal senada juga dikatakan oleh Ridwan, pengelola jasa internet, print, dan pemindahan data ke CD, saat ini sulit kalau hanya mengandalkan penyewaan komputer saja. Karena antara biaya sewa yang dibebankan ke penyewa dengan biaya operasional, seperti listrik, sudah tidak seimbang. Termasuk persaingan dengan usaha jasa penyewaan internet yang terus berkembang.
Ridwan mengungkapkan, kalau pun tidak menambah layanan internet, layanan yang ditambah adalah layanan cetak atau print. Layanan ini dapat dijual dengan hitungan lembar, dengan harga yang berbeda antara warna dan hitam putih. Ditambah lagi dengan penjualan yang berhubungan dengan komputer, seperti menjual tita printer, CD kosong, dan aksesori.
“Tetapi penjualan itu juga cukup banyak. Agar tetap eksis adalah menambah penyewaan internet. Ini masih bisa memutar modal atau menutup biaya operasional meski sangat mepet. Pemakaian komputer sangat cepat berkembangnya. Dulu komputer masih dianggap peralatan yang mahal,” kata Ridwan.
Kondisi nyaris serupa juga terlihat di Pasar Pramuka Pojok, Jakarta Timur. Di pasar yang dikenal dengan tempat jasa rental komputer dan jasa pengetikan juga terlihat merosot. Menurut beberapa pemilik di tempat itu, jasa pengetikan sudah banyak menurun dibandingkan lima tahun lalu. Hal itu dipengaruhi, semakin banyak jasa serupa di tempat lain dan juga masyarakat yang semakin banyak memiliki komputer pribadi. Di tempat itu para pengelola banyak melakukan diversifikasi usaha, seperti mencetak undangan, kartu nama, dan foto kopi. (ang)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: