Aangsunu's Blog

  • November 2012
    M T W T F S S
    « Oct   Dec »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    2627282930  

Petualangan Terios di Tujuh Kota Penghasil Kopi

Posted by aangsunu on 23 November 2012

Minggu, 10 Oktober 2012, tiga Daihatsu Terios berwarna putih bersiap di Vehicle Logistic Center Daihatsu Sunter, Jakarta Utara. Ya, dua Terios dengan transmisi matik dan satu Terios transmisi manual siap diberangkatkan menuju ke Pulau Sumatera.
Ketiga mobil itu siap menjelajah hingga  tujuan akhir di Pulau We, Sabang. Pulau terujung di barat Indonesia. Tiga SUV yang kali pertama diluncurkan tahun 2006 itu akan berpetualang dengan membawa semangat Sahabat Petualang Terios 7 Wonders. Total jarak yang ditempuh 3.657 kilometer. Wow….
Benar, Terios itu akan berpetualang di kota-kota yang ada di Sumatera. Tiga mobil dengan 10 orang itu  akan mengekplor tujuh kota penghasil kopi asli Indonesia. Maka tak salah kalau jelajah ini disebut Terios 7 Wonders. Selama ini, mungkin, tak banyak tahu kalau Indonesia penghasil kopi terbaik. Seperti kopi luwak, arabica, dan robusta.
Sahabat Petualang ini memulai kisah perjalanan di Lampung. Provinsi ini merupakan salah satu dari coffee paradise Indonesia. Kota yang disambangi adalah Kota Liwa. Di sana Sahabat Petualang menyambangi M Khodis, salah satu penyuluh pertanian sekaligus pemilik pabrik pengolahan kopi.
Tim Terios 7 Wonders mendapatkan penjelasan seluk beluk soal kopi luwak. Mulai dari proses mengambil buah kopi, membersihkan buah kopi, dimakan luwak, sampai keluar lagi dari tubuh luwak.
Maka tak salah kalau harga kopi luwak mahal. Bisa mencapai Rp 400.000 per kilogram. Ini menjadi pengalaman yang berharga bagi tim Sahabat Petualang Daihatsu. Bisa menyaksikan proses produksi kopi luwak.
Tidak hanya melihat bagaimana proses membuat kopi luwak saja, tetapi tim Sahabat Petualang juga disuguh kopi luwak. Mmmhhh, nikmat……..
Dari Liwa, tiga Terios melaju ke arah Lahat yang merupakan kota tujuan berikutnya. Tentu dengan target utama mendatangi perkebunan kopi.
Sebelum bergerilya ke perkebunan kopi, tim Terios 7 Wonders  disambut oleh Bupati Lahat H Saifudin Aswari Riva’i. Kopi pun menemani saat mengobrol santai di Pasar Lama Kota Lahat.
Setelah berisitirahat, obrolan dilanjut di rumah dinas bupati. Di rumah itu, Bupati Lahat  sempat menunjukkan mobil dinasnya. Ternyata Aswari memakai Daihatsu Terios sebagai mobil dinasnya.
Usai makan siang di hotel, perjalanan ke perkebunan diteruskan. Kemudi diarahkan ke Kota Pagar Alam.
Tidak sulit mencari kebun kopi di kota itu. Sayangnya untuk mencari tempat mengolah biji kopi agak sulit. Akhirnya dapat melihat pengelola biji kopi di toko souvenir. Itu pun tidak full karena tiba-tiba mesin giling rusak sehingga proses penggilingan dihentikan.
Masih di Pagar Alam, tim Terios 7 Wonders bertemu dengan Arkadius, petani kopi yang berusia 75 tahun. Tim mendapatkan banyak cerita soal kopi Pagar Alam.
Saat di sana, mendapatkan kabar kalau mesin pengolah kopi sudah berfungsi kembali. Segera rombongan menuju ke Kota Pagar Alam. Akhirnya tim bisa melihat proses pengolahan kopi dengan lengkap.
Setelah makan siang, perjalanan dilanjutkan ke Kabupaten Empat Lawang (Tebing Tinggi). Kabupaten yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Lahat dikenal memiliki ikon biji kopi.
Di sana bertemu dengan Anang Zairi, pemilik pengolahan kopi. Anang mengatakan kalau kopi di Empat Lawang berbeda dengan kopi dari daerah lain. Kopi di sana merupakan pencampuran antara kopi arabica dan robusta. Anang mempunyai sistem pengolahan kopi yang sudah tertata rapi. Di tempat tim Sahabat Petualangan Daihatsu Terios banyak mendapatkan informasi mengenai kopi.
Setelah menyelusuri Kabupaten Empat Lawang, tim Terios 7 Wonders mulai mendatangi kota yang berjulukan Kota Rafflesia, yakni Kota Bengkulu. Di kota ini, tim melakukan berbagai kegiatan corporate social responsibility (CSR) dengan memberikan beberapa bantuan kepada posyandu dan UMKM setempat.
Usai melakukan kegiatan CSR dan beristirahat di Kota Bengkulu, ketiga mobil SUV  meneruskan perjalanan ke Provinsi Sumatera Barat, tepatnya ke Kota Bukittingi. Perjalanan sejauh 617 kilometer itu ditempuh selama 18 jam. Tepat sampai di tugu Jam Gadang Bukittingi pukul 12 malam.
Setelah beristirahat dan menikmati alam Danau Maninjau, tim Sahabat Petualang Daihatsu melanjutkan perjalanan lagi ke Mandheling Natal. Di sana kembali akan melihat pengolahan dan perkebunan kopi rakyat, tepatnya di kawasan Pasaman.
Dengan ditemani oleh Lelo Andhika Syahna yang menggunakan Daihatsu Taft pikap, perjalanan ke perkebunan kopi diarahkan ke Desa Sambang Banyak Jae Ulu Pungud. Di Mandheling Natal bisa dikatakan sebagai tempat sejarah kopi di Indonesia. Pada tahun 1699 Belanda menanam kopi arabica untuk pertama kali di Indonesia di sana. Selain arabica, kopi robusta juga ditanam di sana.
Setelah mendapatkan cerita lengkap mengenai kopi di Desa Sambang Banyak Jae Ulu Pungud, perjalanan dilanjutkan menuju ke Kota Medan, Sumatera Utara. Di Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara itu, tim Terios 7 Wonders melakukan aktivitas CSR yang disinergikan dengan program dari PT Astra Daihatsu Motor. CSR di Medan memberikan bantuan kepada 2 posyandu dan 5 UMKM setempat.
Saat di Medan juga dimanfaatkan untuk mengecek dan memperbaiki tiga Terios yang sudah setia menemani perjalanan dari Jakarta hingga Medan, dan akan berakhir di Aceh, tepatnya di Pulau Sabang. Apalagi selama perjalanan dari Jakarta hingga Medan aneka kondisi jalan dilintasi oleh tim Sahabat Petualang. Mulai dari jalan aspal yang mulus, berkelok-kelok, naik turun, hingga jalan yang rusak.
Setelah pemeriksaan selesai dan beristirahat di Kota Medan, kemudi siap diarahkan ke Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Berangkat dari Medan pukul 13.00, dan setelah menempuh perjalanan 200 kilometer, tim Sahabat Petualang Daihatsu sampai di Kota Sabang pukul 18.30.
Makan malam di kota itu juga ditemani dengan kopi. Makan malam di dekat Alun-Alun Langsa ditemani oleh dr Marlunglung Purba. Usai makan malam dan ngobrol dengan dr Marlulung, tim beristirahat karena esok paginya perjalanan dilanjutkan ke Kota Takengon. Apalagi perjalanan dari Langsa menuju Takengon harus ditempuh sejauh 334,6 kilometer.
Tim berangkat pukul 07.00, dan sampai di Bireun lebih kurang pukul 11.00. Setelah makan siang di Bireun, perjalanan diterukan ke Takengon. Sesaat sebelum tiba di Kota Takengon, tim disambut komunitas jip dari Gayo. Mereka mengawal tim untuk melewati trek Bukit Oregon. Trek light off road bisa dilalui oleh tiga Terios.
Masuk Kota Takengon, tim diajak oleh Bambang, salah satu penggemar 4×4 dari Takengon, untuk ke gudang dan laboratorium kopi miliknya. Ya, Bambang adalah pengusaha kopi gayo yang sudah dijalankan secara turun temurun. Kopi gayo merupakan kopi jenis arabica. Kopi dari pabriknya itu sudah dijual hingga ke Eropa Timur dan Amerika.
Setelah beristirahat malam, Bambang mengatakan, kalau masyarakat di Takengon  tidak lepas dari kebun kopi. Hampir semua penduduk memiliki kebun kopi. Minimal satu keluarga mempunyai kebun kopi seluas 0,5 hektar.
Banyaknya kebun kopi di kota itu karena tanah di kota itu subur dan curah hujan yang cukup tinggi. Apalagi kota itu berada di ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut. Bambang mengajak tim untuk mendatangi salah satu kebun kopi peninggalan Belanda di Desa Blang Gele. Kebun kopi itu mempunyai luas 15 hektar. Dan kualitas kopi asal kota itu termasuk sangat bagus.
Setelah puas melihat kebun kopi di Takengon, perjalanan kembali dilanjutkan ke Banda Aceh. Sampai di kota itu pukul 23.30, dan beristirahat di sana. Esok paginya perjalanan akan dilanjutkan menyeberang ke Pulau Sabang.
Setelah istirahat malam, perjalanan dari Banda Aceh ke Pulau Sabang dimulai. Tim berangkat pukul 07.00. Tim Terios 7 Wonders sampai di Tugu Nol Kilometer Sabang tepat pukul 12.48. Di tugu itulah petualangan tiga Terios berakhir. Ketiga mobil itu selama 15 hari perjalanan menempuh jarak 3.657 kilometer.
Di Banda Aceh, sebelum perjalanan pulang ke Jakarta dengan pesawat, tim menyerahkan tiga ekor sapi untuk dijadikan hewan kurban di Masjid Raya Banda Aceh. Tuntas sudah petualangan Terios 7 Wonders. (ang)

One Response to “Petualangan Terios di Tujuh Kota Penghasil Kopi”

  1. Pada misi terakhir, tim Terios7-wonders baru merasakan Jalanan Rusak. Namun perjalanan mampu dilewati dengan mulus. Di akhir misi ini, tim kembali dihadapkan pada misi khusus selanjutnya yakni CSR. CSR kali ini diperuntukkan untuk 2 Posyandu dan 5 UMKM di kota Medan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: