Aangsunu's Blog

Melihat Penangkaran Buaya di Taman Buaya Tanjung Pasir

Posted by aangsunu on 3 September 2013

SABTU (31/8), matahari mulai condong ke barat dan bersinar terik di kawasan Tanjung Pasir, Teluk Naga, Kabupaten Tangerang. Meski demikian, masih ada hembusan angin sehingga menggerakkan dahan-dahan pohon yang membuat udara tidak terlalu panas.
Saat itu, terlihat dua mobil masuk ke kawasan di areal tanah seluas lima hektar. Juga terlihat beberapa motor sudah terparkir di sana. Di dalam lahan terlihat empat kandang cukup besar dan beberapa kandang berukuran kecil. Kandang-kandang itu berisi lebih kurang 500 ekor buaya.
Ya, di Tanjung Pasir itu merupakan tempat penangkaran buaya, namanya Taman Buaya Tanjung Pasir. Buaya yang ada di penangkaran itu adalah buaya Sumatera, buaya Irian, dan buaya berkulit putih (albino). Buaya Irian dan albino jumlahnya paling sedikit, masing-masing hanya ada satu ekor.
Usia buaya di penangkaran mulai dari usia lima tahun hingga 50 tahun. Setiap kandang, ada buaya muda dan buaya tua. Di dalam kandang hewan reptil itu juga terdapat kolam untuk berendam para buaya.
Namun, gerakan buaya itu tak seseram tampangnya. Para buaya lebih banyak berdiam diri. Sesekali, mereka membuka mulutnya dan memperlihatkan gigi-giginya yang tajam.
“Seperti dinosaurus jalannya,” celetuk seorang bocah bernama Raditya sambil menunjuk buaya yang sedang berjalan. Baru bergerak sesaat, buaya itu kembali terdiam.
Ketika menyambangi penangkaran itu, kandang yang berada paling dalam terlihat beberapa telur buaya. Telur-telur itu seperti dikumpulkan di gundukan tanah. Di dekatnya, ada seekor buaya yang sepertinya sedang menjaga telur itu agar tidak diganggu.Bahkan buaya itu sempat berlari ke arah pagar sambil membuka rahangnya agar pengunjung yang sedang menontonnya tidak mendekat.
Tursimin, penjaga penangkaran Taman Buaya Tanjung Pasir, mengatakan, telur-telur buaya itu nantinya akan diambil dan ditetaskan di tempat terpisah. Tujuannya agar telur itu tidak dimakan oleh buaya lain yang tinggal dalam satu kandang yang sama.
“Setiap kali bertelur jumlahnya bisa mencapai puluhan butir, lebih kurang bisa mencapai 40 butir. Tetapi ketika ditetaskan tidak sampai separuh atau setengahnya,” kata Tursimin yang berasal dari Cilacap, Jawa Tengah, itu.
Tursimin menambahkan, buaya albino yang ada di penangkaran itu merupakan buaya asli penangkaran Taman Buaya itu. “Saat ditetaskan ternyata ada buaya yang kulitnya keputihan. Dan itu menjadikan satu-satu buaya albino di sini,” katanya.
Pengunjung juga bisa melihat ketika hewan itu diberi makan ayam dan ikan. Namun jam pemberian makan tidak memakai jadwal tertentu. Pemberian kedua jenis makanan itu hasil kerjasama antara peternak ayam atau ikan dengan pengelola penangkaran Taman Buaya Tanjung Pasir.
Pengunjung juga bisa ikut memberi makan hewan-hewan buas tersebut. Tanpa harus repot-repot membawa makanan buaya dari rumah, di Taman Buaya juga disediakan tempat penjualan ayam. Harga ayam dijual Rp 70.000 untuk 10 ekor ayam mati. (ang)

Tiga Rute Menuju ke Taman Buaya
Untuk menuju ke Taman Buaya di Tanjung Pasir, Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, ada beberapa rute. Dari penelusuran ada tiga rute yang bisa dilalui menuju kawasan Teluk Naga.
Rute pertama melalui kawasan Kapuk-Muara Kamal yang menuju ke Jalan Raya Dadap. Rute lain, melalui jalan Tol Prof Sedyatmo menuju kawasan Pintu M1 Bandara Soekarno-Hatta. Rute ketiga, melalui Jalan Daan Mogot yang juga mengarah ke belakang Bandara Soekarno-Hatta.
Dari penelusuran, rute yang cukup nyaman adalah melalui jalan Tol Prof Sedyatmo dan keluar ke Pintu M1 Bandara Soekarno-Hatta. Kemudian belok kanan melalui Jalan Marsekal Suryadarma. Dengan mengikuti jalan itu akan bertemu dengan Jalan Kampung Melayu. Usai membelok kiri setelah melawati pasar di jalan itu, akan bertemu pertigaan.
Di pertigaan itu, ada papan petunjuk bertuliskan Taman Buaya. Ikuti saja jalan itu hingga bertemu penjual seafood yang ada di sisi kiri jalan, dan tambak. Patokan untuk masuk ke penangkaran itu adalah patung buaya yang ada di depan pintu gerbang. Dari belakang bandara sampai penangkaran berjarak lebih kurang 14 kilometer. Selamat bersenang-senang. (ang)

Harga Masuk
Orang dewasa Rp 8.000
Anak-anak Rp 4.000
Mobil Rp 2.000
Motor Rp 1.000

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: