Aangsunu's Blog

  • November 2013
    M T W T F S S
    « Oct   Dec »
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    252627282930  

Satu Panci-Satu Kompor Per Orang, Dipadukan Aneka Minuman Tradisional

Posted by aangsunu on 11 November 2013

MENU makan yang praktis dan cepat saat ini sangat digemari. Seperti menu makanan yang serba direbus atau dikenal dengan shabu-shabu. Mungkin cara penyajian menu ini di restoran shabu-shabu boleh dikatakan mirip.

Ada satu resto shabu menawarkan konsep shabu yang berbeda. Meski mengusung all can you eat alias mengambil makan sepuasnya, Shabu Auce ingin tampil beda.

Resto yang digawangi oleh Irene Hidayat dan Anthony Pradiptya yang terletak di The Breeze Mall, BSD, Tangerang Selatan, menawarkan konsep healthy cooking concept. Konsep memasak shabu-shabu berlainan dengan restoran yang lain.
Begitu masuk ke restoran yang mempunyai pilihan tempat di dalam ruangan dan luar ruangan ada yang berbeda di meja makan. Biasanya meja sudah siap dengan satu kompor dan panci untuk mengolah aneka isi shabu-shabu.
Di Shabu Auce di setiap meja disiapkan lebih dari satu kompor dan satu panci untuk memasak. Jika meja itu terdiri dari dua kursi, maka ada dua kompor dan dua panci. Bila meja itu terdiri dari enam kursi, tersedia enam kompor dan enam panci.
Pasti akan terbayang meja akan penuh dengan panci dan kompor. Ternyata tidak. Begitu duduk, meja makan tetap nyaman untuk menyantap shabu-shabu itu. Kompor dan panci itu ditanam di dalam meja sehingga tidak mengganggu kenyamanan untuk menikmati aneka menu shabu-shabu.
Dengan jumlah panci disesuaikan sama banyaknya kursi, tentu penikmat shabu- shabu tidak harus berbagi masakan dalam satu panci. Satu orang, satu panci atau one pot cooking. Apalagi kuah untuk merebus di Shabu Auce juga berbeda-beda. Ada enam rasa kuah.
Restoran yang dibuka pada Agustus 2013 dan cabang kedua setelah di Kota Semarang, Jawa Tengah, menyodorkan kuah kaldu sapi, kaldu ayam, tomyum yang berasa pedas, sukiyaki (manis), schezuan (pedas), dan serani (pedas). Saus yang ditawarkan juga beragam, seperti saus ponzu, goma, dan suki.
“Ini yang kami tawarkan berbeda dengan restoran yang lain. Kami tawarkan enam kuah berbeda,” kata Irene saat ditemui Selasa (29/10).
Seorang rekan memilih kuah tomyum untuk memasak. Begitu kuah dimasukkan, dan setelah dipanaskan, kuah itu siap diisi aneka pilihan shabu-shabu. Sambil memakan perlahan, rekan itu terlihat berkeringat. Meski cuaca di luar sedang turun hujan. “Pedas juga kuahnya. Ini enggak perlu pakai sambal sudah pedas,” katanya.
Untuk memanaskan kuah, kompor yang digunakan adalah kompor listrik. Menurut Anthony, dengan memakai kompor itu, pengunjung bisa mengatur suhu kompor masing-masing. Ini berbeda jika memakai satu kompor dan satu panci bersama- sama, suhu atau panasnya kuah tidak bisa disesuaikan selera.
Terbuka
Begitu masuk ke dalam restoran akan terlihat sepenggal buffet. Begitu melongok ke kanan, buffet itu cukup panjang. Di dalam buffet itu tersedia aneka pilihan menu untuk bahan shabu-shabu. Berikut dengan aneka pilihan hidangan penutup dan camilan. Di seberang buffet terdapat meja tempat dispenser aneka minuman.
Bahan pilihan shabu-shabu seperti daging, ikan salmon, aneka seafood, jamur, beragam bakso, bihun, bakmi, serta bermacam-macam sayuran. Sajian pembuka dan penutup tersedia salad, es, buah, pudding, jelly, rujak, dan aneka jajanan pasar. Sementara saat mengiris daging, ikan, dan ayam dapat dilihat langsung ke dapur untuk memotong.
“Dapur sengaja kami buka agar bisa terlihat dari luar. Saat memotong tipis daging dan lainnya dapat dilihat oleh pengunjung. Kami memotong daging dengan alat sehingga daging bisa tipis dan tidak alot ketika dimasak,” kata Irene.
Irene mengatakan, semua bahan-bahan itu dalam kondisi segar. Termasuk daging. Bahkan irisan daging itu ketika direbus akan membuat daging itu empuk. Agar tidak bosan, pilihan menu-menu diganti setiap minggu. Jika ditotal menu yang ditawarkan mencapai 70 macam menu. “Daging akan dipotong tipis-tipis berdasarkan pesanan dari pengunjung. Tujuannya daging selalu segar saat akan disantap,” kata Irene.
Meski menu utama shabu-shabu, di sana juga menawarkan makanan lain. Ada wagyu yang dibandrol Rp 80.000 dan salmon dengan harga Rp 40.000. “Itu pilihan tambahan yang kami tawarkan kepada konsumen,” kata Irene. (ang)

Dari Wedang Ronde Hingga Orange Juice
Irene Hidayat dan Anthony Pradiptya sepakat konsep healthy cooking concept. Mereka tidak hanya menawarkan makanan khas Jepang, shabu-shabu yang serba direbus, tetapi minuman yang akan disajikan kepada penggemar kuliner juga minuman tradisional. Tentu tradisional asal Indonesia.
Minuman tradisional yang disajikan seperti alang sari, beras kencur, wedang ronde, kopi gingseng, dan kuku bima. “Untuk kuku bima disajikan setiap hari Senin-Kamis. Sedangkan kopi gingseng disajikan hari Jumat-Minggu,” kata Irene.
Untuk malam hari, kata Anthony, restorannya menawarkan minuman spesial, yakni wedang ronde. Minuman itu ditawarkan malam hari menyesuaikan dengan suasana malam dingin sehingga bisa menghangatkan badan.
Sementara itu, mereka berharap juga restoran ini bisa membuka cabang di pusat Kota Jakarta. Irene mengatakan, ada rencana Shabu Auce akan diwaralabakan. (ang)

SHABU AUCE
The Breeze Mall, Batik 3 Building Lot 28-29
Sinarmas Land Green Office Park
Jalan Grand Boulevard, Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan

Harga:
Dewasa Rp 109.000++
Anak usia 5-10 tahun Rp 69.000++
Anak di bawah 5 tahun gratis

Aneka minuman:
Orange juice Rp 34.000
Sirsak frost Rp 28.000
Durian frost Rp 34.000
Regular hot tea Rp 15.000
Iced tea Rp 15.000
Beer Rp 28.000

Minuman tradisional:
Pegel linu punch Rp 20.000
Kunyit asam punch Rp 20.000
Alang sari punch Rp 20.000
Kuku bima punch Rp 20.000
Iced cola milk Rp 20.000

Total kapasitas:
Dalam ruangan 36 kursi
Luar ruangan 70 kursi
Jam operasional pukul 11.00-pukul 22.00

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: