Aangsunu's Blog

  • November 2013
    M T W T F S S
    « Oct   Dec »
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    252627282930  

Pertumbuhan Pasar Hotel Asia Melemah

Posted by aangsunu on 13 November 2013

Wilayah Asia Pasifik mencapai rekor kunjungan wisata sepanjang tahun 2013, menurut laporan yang dikeluarkan oleh perusahaan konsultan properti swasta terbesar di dunia Cushman & Wakefield.

The Asia Hotels View 2014, sebuah publikasi tahunan yang menganalisa kinerja pasar perhotelan di 23 kota di seluruh Asia. Laporan ini menunjukkan perkiraan pertumbuhan pasar perhotelan sebesar 8 persen selama satu tahun (YOY/Year-on-year) pada semester pertama 2013.

Tahun lalu, 221,5 juta wisatawan berkunjung ke Asia, yang berarti mencapai 7,2 persen lebih tinggi dibandingkan tingkat kedatangan di 2011. Dari wilayah Asia, Asia Tenggara memimpin dengan peningkatan kunjungan wisata dari tahun ke tahun sebesar 9,9 persen.

Sigrid Zialcita, Managing Director, Research, Cushman & Wakefield di Asia Pasifik, mengatakan, pariwisata di wilayah Asia saat ini berada dalam suatu siklus yang menakjubkan, dipantik oleh efek positif dari peningkatan status ekonomi kawasan serta pesatnya pertumbuhan perjalanan udara yang kian terjangkau.

“Hal ini menjadi petanda baik untuk prospek kebutuhan jangka panjang pariwisata Asia, yang memiliki implikasi positif pada pasar perhotelan di kawasan itu,” kata Sigrid, Rabu (13/11/2013).

Pada 2012, pasar sebagian besar hotel di seluruh Asia mengalami pertumbuhan positif dalam rasio RevPAR (Revenue per Available Room atau Pendapatan per Kamar)), terkecuali Mumbai dan Kawasan NCR (Nasional Capital Region/Ibu kota), India. Pasar teratas pertumbuhan RevPAR adalah Bangkok yang mencapai 19,3 persen, Hong Kong (10,1 persen), dan Jakarta (9,8 persen).

Posisi mereka diuntungkan dari situasi pertumbuhan tingkat hunian dan kenaikan Tarif Rata-rata Harian (ADR) di wilayah itu. Pasar yang justru terlihat mengalami penurunan RevPAR adalah Bali (minus 4,6 persen), Ho Chi Minh City (minus 7 persen), Mumbai (minus 15,1 persen), dan wilayah NCR (minus 21,6 persen), karena pasokan kamar hotel yang cukup substansial saat ini.

Akshay Kulkarni, Regional Director, Hospitality, Asia Selatan dan Asia Tenggara, Cushman & Wakefield, mengatakan, sejumlah pasar hotel telah memiliki pasokan kamar yang besar dalam satu tahun terakhir atau lebih. Hal ini telah menyebabkan rasio level regional RevPAR jatuh pada paruh pertama tahun 2013 terutama karena disebabkan oleh turunnya tingkat hunian.

“Kami berharap banyak pada pasokan yang berlebih agar dapat segera terserap, mengikuti penguatan permintaan di sektor pariwisata. Ketika tingkat hunian mulai meningkat, kita akan melihat tarif kamar terangkat ke atas di sebagian besar pasar,” kata Akshay.

Akshay mengatakan, pertumbuhan RevPAR di pasar hotel Asia diperkirakan akan berubah positif pada 2014. Satu-satunya pengecualian barangkali adalah Seoul yang menyongsong rencana pembangunan perhotelan serentak yang belum pernah terjadi yakni 15.000 kamar selama dua hingga tiga tahun mendatang yang akan menggandakan pasokan saat ini.

Pasar investasi perhotelan di Asia telah ditandai oleh penyerapan modal investasi besar di Jepang, Singapura, dan China sepanjang tahun ini. Sepanjang semester pertama tahun 2013, total volume investasi dari nilai aset perhotelan, terjual atau dikontrak, telah mencapai 5,16 miliar dolar AS.

Ini merupakan peningkatan lebih dari 53 persen dari periode yang sama tahun lalu. Termasuk data awal dari kuartal ketiga 2013, volume total investasi sampai saat ini ( YTD/year- to-date) telah mencapai 8,14 miliar dolar AS.

Cushman & Wakefield memperkirakan volume investasi 2013 mencapai Rp 10-12 miliar. Hal ini akan membuat tahun 2013 menjadi tahun rekor investasi perhotelan setelah masa krisis keuangan global.

Di Jakarta

Arief Rahardjo, Senior Associate Director Research & Advisory, Cushman & Wakefield, Indonesia, mengatakan, permintaan kamar hotel di Jakarta diperkirakan akan terus positif di tahun mendatang dengan peningkatan jumlah pelancong bisnis, seminar, eksibisi, konperensi serta tamu jangka pendek dan menengah diharapkan hadir selama periode Pemilu Indonesia tahun 2014.

“Meskipun peningkatan dalam pasokan kamar tetap berlanjut selama 12 bulan, tingkat hunian di Jakarta secara keseluruhan diperkirakan meningkat pada 2014,” kata Arief. (ang)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: